MUI Imbau Khatib Salat Idul Fitri Doakan Kedamaian Bangsa

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh ketika membuka FGD di Kantor MUI, Selasa (26/3).
Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh ketika membuka FGD di Kantor MUI, Selasa (26/3). (Suara.com/Muhaimin A Untung)

KLIKPOSITIF -- Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) mengimbau kepada seluruh khatib salat Idul Fitri 1440 Hijriah di seluruh Indonesia untuk turut mendoakan kedamaian bangsa. Momen lebaran harus dijadikan seluruh masyarakat Indonesia kembali bersatu pasca Pemilu 2019.

Sekertaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh mengatakan, seluruh khatib harus menyampaikan beberapa pesan perdamaian dalam khutbahnya. Salah satunya dalam menyongsong Idul Fitri untuk menunaikan kewajiban-kewajiban lain seperti zakat fitrah dan zakat mal.

baca juga: 49 Warga Binaan LPKA Tanjung Pati Dapatkan Remisi Saat Lebaran

"Para khatib Idul Fitri menyelipkan doa dalam khotbahnya untuk kedamaian dan kemaslahatan bangsa, tetap terpeliharanya keamanan, kenyamanan dan jauh dari rasa permusuhan yang bisa mengoyak kebersamaan kita sebagai bangsa," ujar Asrorun di Jakarta, Selasa (4/6/2019), yang dikutip dari suara.com, media jaringan KLIKPOSITIF .com.

Selain itu, Asrorun juga meminta pada seluruh khatib mendoakan para pemimpin bangsa agar diberi kekuatan dalam menjalankan tugasnya. Ia berharap para elit diberi kekuatan untuk membangun kebersamaan dan menahan diri dari perpecahan.

baca juga: Ini Pesan Sri Mulyani untuk Pegawai Kemenkeu di Lebaran Idul Fitri

Menurutnya hakekat Idul Fitri merupakan kesediaan untuk berbagi permintaan maaf sebelum orang memintanya. Selain itu, memaafkan antar sesama merupakan kunci dari merajut tali silaturahmi.

"Hakekat silaturahmi adalah menyambung tali persaudaraan yang pernah terputus. Terputus karena jarak, kesalahpahaman, pemilu dan sebab apapun. Kita wajib menyambung kembali," tambahnya.

baca juga: Ramadan Usai, Ini Tips Tetap Sehat dari Pakar Gizi

Selain itu ia menilai momen Idul Fitri bisa memperkokoh persaudaraan baik persaudaraan sesama umat, persaudaraan sebangsa, dan persaudaraan sesama manusia.

"Saatnya merajut kebersamaan untuk kemaslahatan bersama. Kerugian bangsa lain yang pecah akibat konflik harus dijadikan pelajaran berharga agar kita tidak jatuh pada kondisi yang sama," tuturnya.

baca juga: Hingga Lebaran H-1, Mobil Tinggalkan Jakarta Tembus 400 Ribu Unit

Kemudian Asrorun juga meminta kepada khatib untuk mendoakan masyarakat yang sedang mudik ke kampung halaman atau berlibur lebaran 2019. (*)

Penulis: Iwan R