Longsor di Padang Pariaman, Satu Meninggal Dunia

"Satu unit rumah warga tertimbun material longsor yang terjadi sekitar pukul 17.00 WIB"
Ilustrasi (Net)

PADANGPARIAMAN, KLIKPOSITIF -- Hujan lebat disertai angin kencang semenjak pukul 15.00 WIB hingga malam di kawasan Sungai Garinggiang dan Sungai Limau menyebabkan terjadinya tanah longsor, pohon tumbang dan terjadinya banjir di beberapa titik di kawasan tersebut.

 

"Yang pertama terjadi pohon tumbang di Kuranji Hilir, Sungai Garinggiang pada pukul 16;52 WIB. Disusul tanah longsong di simpang Sigalumbuak Koto Tabuah, Sungai Garinggiang pukul 17.00. Usai itu ada lagi banjir di 3 titik kawasan Sungai Limau dan Sungai Garinggiang," jelas Budi Mulya saat dihubungi KLIKPOSITIF, Selasa 11 Juni 2019 malam.

Dikatakannya, bencana alam tersebut telah merenggut satu korban jiwa. Korban ini meninggal dunia setelah rumah tempat tinggalnya diterjang tanah longsor di kawasan simpang Sigalumbuak Koto Tabuah, Sungai Garinggiang.

"Peristiwa tanah longsor, sekitar pukul 17.00 WIB satu unit rumah warga tertimbun longsor. Ada korban jiwa satu orang. Yang lainnya sudah dievakuasi dan mendapatkan pertolongan medis," katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, identitas korban dari tanah longsor bernama Syahril 40 tahun, bekerja sebagai pedagang. Sementara anaknya bernama Yulia 18 tahun berhasil menyelamatkan diri meski mengalami luka-luka ringan.

Sementara itu, kejadian pohon tumbang sempat membuat arus jalan Sungai Limau ke Sungai Garinggiang terputus menjelang petugas datang membersihkan. Saat ini jalan tersebut sudah bisa dilalui.

"Untuk bencana banjir tidak ada korban jiwa. Hanya saja ratusan rumah tergenang air hingga lutut orang dewasa. Saat ini petugas kami masih di tempat longsor mengevakuasi yang lainnya," jelas Budi Mulya. 

[Rehasa]