Menuju Warisan Dunia UNESCO, BPCB Sumbar Akan Konservasi Perkampungan Adat Sijunjung

"Konservasi tersebut bertemakan Budaya Minangkabau Menuju Warisan Dunia UNESCO"
Kawasan Perkampungan Adat Sijunjung (Istimewa)

SIJUNJUNG, KLIKPOSITIF -- Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumatera Barat (BPCB Sumbar) akan melakukan konservasi 'Rumah Gadang' di Kawasan Perkampungan Adat Sijunjung. Konservasi tersebut bertemakan Budaya Minangkabau Menuju Warisan Dunia UNESCO.

Kepala BPCB Sumbar Nurmatias mengatakan, konservasi Perkampungan Adat dapat diartikan sebagai tindakan pemeliharaan, pengawetan atau treatment tertentu yang diaplikasikan pada material cagar budaya. Selain itu, lanjutnya, konservasi Rumah Gadang untuk melestarikan rumah adat Minangkabau dengan segala nilai yang terkandung didalamnya.

"Konservasi tidak hanya berupa penanganan langsung pada bangunan saja, namun diawali dengan sosialisasi. Agar bisa dilakukan secara bersama-sama dengan pemerintah daerah dan masyarakat sekitar kawasan," katanya di Muaro Sijunjung, Rabu 12 Juni 2019.

Nurmatias menambahkan, materi tentang konservasi disampaikan langsung dari Balai Konservasi Borobudur yang membahas Konservasi Bangunan Budaya Bahan Kayu.

"Sosialisasi dilaksanakan selama lima hari, dari 20 hingga 24 Juni 2019 nanti di Kawasan Perkampungan Adat itu sendiri," ujarnya. Diakhir sosialisasi akan ditutup dengan Berkaul Adat yang melibatkan seluruh unsur masyarakat baik itu Tokoh Agama maupun Tokoh Adat Nagari Sijunjung," ujarnya.

Sementara untuk pemateri lain dalam sosialisasi tersebut yakni Joni Wongso dari Universitas Bung Hatta dengan materi Arsitektur dan Pemukiman Tradisional Minangkabau dan Yustinus Suranto dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada dengan materi Kayu sebagai Komponen Penyusun Bangunan Cagar Budaya.

"Dalam sosialisasi nanti, BPCB Sumbar juga melibatkan pelajar dalam bentuk kunjungan pelajar ke kawasan yang bertujuan agar proses pelestarian Rumah Gadang juga diketahui generasi muda," tuturnya.(*)