Pemprov Sumbar Perjuangkan Peserta CPNS Solok Selatan yang Batal Diangkat  

Wagub Sumbar Nasrul Abit
Wagub Sumbar Nasrul Abit (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Barat (Sumbar) akan memperjuangkan nasib Drg Romi Syofpa Ismael yang merupakan peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 Solok Selatan. Romi Syofpa Ismael batal diangkat menjadi PNS meskipun lulus dalam rangkaian tes. 

"Kita sangat menyayangkan adanya kejadian seperti ini, yang mana ada peserta CPNS yang merupakan dokter gigi di Solok Selatan yang batal diangkat jadi Pegawai Negri Sipil (PNS), sedangkan yang bersangkutan lulus tes," ujar Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, Kamis, 13 Juni 2019.

Dikatakan Wagub, dirinya tidak mengetahui alasan apa yang membatalkan pengangkatan beliau, namun dirinya akan membentuk tim segera untuk menuntaskan persoalan ini.

Baca Juga

"Kita akan bentuk tim selesaikan persoalan ini. Sebab beliau setelah diuji dapat bekerja dengan baik. Dan, berdasarkan undang-undang,  beliau juga layak untuk diangkat jadi PNS. Maka, diharapkan Pemkab Solok Selatan memberikan haknya," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, Merry Yuliesday, mengungkapkan, pihaknya telah merapatkan persoalan ini dengan stakholder terkait, agar persoalan yang menimpa Drg Romi Syofpa Ismael segera diselesaikan oleh Pemkab Solok Selatan.

"Kami telah rapatkan dengan Asisten III Provinsi, BKD Provinsi, Dinas Sosial agar hak beliau dapat dipertimbangkan kembali keputusan pembatalan pengangkatan itu. Dan, hasil rapat kita gubernur akan segera menyurati Bupati Solok Selatan, sebab sesuai dengan dokumen beliau lengkap dan juga layak untuk bekerja," tukasnya. 

Sebelumnya, Drg Romi Syofpa Ismael dinyatakan batal lulus pada Formasi Umum CPNS 2018 jabatan Dokter Gigi Ahli Pertama dengan lokasi formasi Puskesmas Talunan. Bupati Solok Selatan dalam pengumumannya nomor 800/40/IX/BKPSDM/BUP-/2018 menyatakan beliau tidak sehat secara jasmani dan rohani sesuai dengan persyaratan jabatan yang dilamar.

Wali Nagari Talunan Maju Kecamatan Sangir Balai  Janggo Kabupaten Solok Selatan Suwardi dalam keterangan tertulisnya menyatakan Romi Syofpa Ismael merupakan warga negara yang berkelakuan baik.

"Pada tahun 2016 bulan Juli setelah melahirkan, Romi Syofpa Ismael mengalami paraplegia yang memaksa harus menggunakan alat bantu kursi roda untuk aktivitas sehari-hari.

Namun demikian, kami menyaksikan selama ini Romi Syofpa Ismael tidak mengalami hambatan apapun dalam menjalankan kehidupan sehari-hari di rumah tangganya maupun kampungnya," tulis Suwardi disaksikan dua jorong, Talunan Baru I dan Talunan Baru II.

Selain itu, berdasarkan surat keterangan kesehatan Nomor 400/089/TU-Umum/SKK/I/RS-2019 yang ditandatangani Ketua Tim Pemeriksa Kesehatan RSUD Solok Selatan Deni Arisanti, Romi Syofpa Ismael yang biasa bekerja sebagai karyawan honorer dinyatakan sehat dengan catatan kedua lengan normal dan ditemukan kelemahan otot kedua tungkai. Untuk melakukan tindak lanjut dalam menjalankan pekerjaan sesuai formasi yang dibutuhkan, Romi Syofpa Ismael disarankan melalui assiment ahli terapi okupasi. 

Tak cukup sampai disitu, Kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan Novirman dalam keterangan tertulisnya juga menyatakan selama dalam pengabdian, Romi Syofpa Ismael juga mampu melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai Tenaga Fungsional Dokter Gigi pada Unit Kerja/Layanan/Pusat Kesehatan Masyarakat/Primer.

Namun, tetap saja Romi Syofpa Ismael dinyatakan batal lulus karena tidak sehat jasmani dan rohani. Hal itu membuatnya mengadu kepada Pemrov Sumbar. (*)

Baca Juga

Penulis: Joni Abdul Kasir

Video Terbaru

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com