Mandeh Paling Banyak Dikunjungi Libur Lebaran, Pengamat : Datanya Tak Bisa Dijadikan Patokan

"Saya kurang setuju, penghitungannya pakai standar dan metode apa? Apakah melalui retribusi tiket masuk, parkir dab sebagainya. Itu harus clear. Dispar Sumbar harus hati-hati dalam mengeluarkan data"
Kunjungan Jam Gadang Bukittinggi saat Libur Lebaran 1440 Hijriah (KLIKPOSITIF/Yulisman )

PESSEL, KLIKPOSITIF - Dinas Pariwisata Sumatera Barat (Sumbar) baru saja merilis jumlah kunjungan objek pariwisata saat libur lebaran dari rentang rentang 5 Juni hingga tanggal 9 Juni 2019 ini.

Hasilnya mengejutkan, Kabupaten Pesisir Selatan mendapatkan kunjungan tertinggi mengalahkan Bukittinggi dan Kota Padang yang selalu menjadi pemuncak.

Pakar Pariwisata Universitas Andalas (Unand), Sari Lenggogeni agak kurang setuju dan menyangsikan data tersebut. Bahkan Lenggogeni mempertanyakan metode yang digunakan daerah dalam menghitung jumlah pengunjung tersebut.

"Saya kurang setuju, penghitungannya pakai standar dan metode apa? Apakah melalui retribusi tiket masuk, parkir dab sebagainya. Itu harus clear. Dispar Sumbar harus hati-hati dalam mengeluarkan data," ujarnya saat dihubungi KLIKPOSITIF, Kamis, 13 Juni 2019.

Menurut Lenggogeni, data tersebut tidak bisa dijadikan patokan kunjungan wisatawan. Selain itu ia juga tidak sepakat pengunjung libur lebaran ke objek wisata disebut wisatawan dan lebih sepakat kepada pengunjung.

"Bukittinggi itu selalu pada posisi puncak kalau tidak satu, posisi dua selalu bersaing dengan Kota Padang," jelasnya.

Dilanjutkannya, harus ada standar penghitungan dari jumlah pengunjung tersebut, sebab jika satu daerah menghitung dengan retribusi tiket masuk sementara daerah lain dari tingkat hunian hotel, maka, akan menghasilkan jumlah yang berbeda.

"Standarnya tidak jelas, lalu data tersebut dijadikan data kunjungan dan disbarluaskan," katanya.

Kemudian katanya, bisa jadi pengunjung yang datang ke Pessel dan ke Padang atau ke Bukittinggi itu juga orangnya. "Kita harus bisa membedakan itu wisatawan atau pengunjung lokal dari Sumbar juga. Jangan orang Sumbar kita bilang juga wisatawan blunder nanti," ulasnya.

Dia menilai, Kota Padang dan Bukittinggi sudah matang soal pariwisata dan telah memberikan pengaruh kepada perekonomian kepada masyarakat. Bukti ... Baca halaman selanjutnya