Tak Punya Standar Koreksi, Dispar Sumbar Akui Data Jumlah Kunjungan Objek Wisata Daerah Mentah

"Kan sudah saya sampaikan sebelumnya bahwa data itu sangat mentah dan kami (Dispar Sumbar) tidak punya instrumen atau metoda untuk mengoreksinya"
Pengunjung berswafoto di kawasan wisata Mandeh, Pesisir Selatan (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat Oni Yulfian mengakui pihaknya tidak punya metode dan standar untuk mengoreksi data data kunjungan objek wisata yang dikirimkan kabupaten dan kota di Sumbar.

"Kan sudah saya sampaikan sebelumnya bahwa data itu sangat mentah dan kami (Dispar Sumbar) tidak punya instrumen atau metoda untuk mengoreksinya," unkapnya kepada KLIKPOSITIF, Jumat 14 Juni 2019.

Walaupun demikian, lanjut Oni, data tersebut bisa membantu serta memberikan gambaran telah terjadi peningkatan jumlah pengunjung selama libur lebaran (rentang 5 Juni hingga tanggal 9 Juni 2019).

Terkait kritikan dari pengamat pariwisata, Oni berharap lembaga pariwisata yang ada dapat berperan membantu menyediakan metoda dan membantu mengoreksi data-data tersebut.

Sebelumnya, Pakar Pariwisata Universitas Andalas (Unand), Sari Lenggogeni mempertanyakan metode dan standar penghitungan data jumlah pengunjung yang direlis Dinas Pariwisata Sumbar. Lenggogeni menilai data tersebut tidak bia dijadikan patokan kunjungan wisatawan, sebab pengungjung yang dimaksud tidak masuk kategori wisatawan.

Untuk diketahui berdasarkan rekap data yang dihimpun Dinas Pariwisata Sumatera Barat (Sumbar) dari kabupaten dan kota di Sumbar, sebanyak 2,1 juta objek wisata daerah itu di kunjungi wisatawan saat libur lebaran dari rentang 5 Juni hingga tanggal 9 Juni 2019 ini.

Dari laporan yang diterima Dinas Pariwisata Sumbar tersebut, kabupaten Pesisir Selatan mendapat kunjungan paling tinggi sebesar 795.747 wisatawan, Kota Padang 330.000 wisatawan, di susul Kota Pariaman 226.993 wisatawan dan Bukittinggi 192.242 wisatawan.

Sementara kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) sebanyak 264 orang. (*)