Indonesia Kembali Torehkan Rekam Jejak bagi Perdamaian Dunia

" Indonesia mengukuhkan komitmen dukungan Indonesia yang tulus bagi perjuangan rakyat Palestina. Indonesia terus memastikan bahwa isu Palestina tetap menjadi perhatian DK PBB, dan mengedepankan nilai kemanusiaan dan keadilan dalam penyelesaian konflik Israel-Palestina."
(Kemenlu)

KLIKPOSITIF -- Satu bulan penuh telah berlalu sejak Indonesia mengemban amanah sebagai Presiden Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB). Selama kurun waktu tersebut, Indonesia telah menorehkan berbagai capaian terkait upaya pemeliharaan perdamaian dunia. Suatu tanggung jawab yang selaras dengan amanah UUD 1945 untuk melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. ‚Äč
Bagi Indonesia, konsep perdamaian lebih luas dari sekedar ketiadaan perang, namun juga mencakup aspek pembangunan ekonomi, pemberdayaan masyarakat, perlindungan Hak Asasi Manusia dan demokrasi. “Perdamaian tidaklah datang dengan sendirinya, namun harus diperjuangkan, dibina dan dipertahankan," demikian ditegaskan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat mengawali Presidensi DK PBB Indonesia melalui pembukaan Pameran Foto bertema “Menebar Benih Perdamaian" (Investing in Peace) di Markas Besar PBB, New York.

Tema besar “Menabur Benih Perdamaian" (Investing in Peace) yang diangkat Indonesia bagi Presidensi ini merupakan esensi dari kepemimpinan intelektual (intellectial leadership) Indonesia selama pelaksanaan Presidensi. Melalui serangkaian kegiatan utama (signature events) yang Indonesia selenggarakan dan pimpin di DK PBB sepanjang bulan Mei 2019, Indonesia telah tandaskan bahwa perdamaian bersifat multidimensional dan harus diupayakan secara menyeluruh.

Selaras dengan prinsip tersebut, Menlu Retno selanjutnya telah memimpin Sidang Terbuka DK PBB mengenai Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB (MPP PBB). Sidang terbuka bertajuk Investing in Peace: Improving Safety and Performance of UN Peacekeeping ini berlangsung pada tanggal 7 Mei 2019, dan dihadiri oleh Sekjen PBB, Antonio Guterres, serta 60 negara anggota PBB. Sidang menghasilkan Presidential Statement sebagai dokumen pertama DK PBB mengenai penguatan pelatihan dan peningkatan kapasitas MPP PBB.

Menlu Retno juga telah memimpin ... Baca halaman selanjutnya