Pungli di Objek Wisata Sumbar, Pakar Pariwisata : Belum Terkelola dengan Baik

"Kuncinya pengelolaan, jika terkelola dengan baik, insyaallah tidak terjadi hal itu"
Pengunjung berfoto dengan latar belakang Kawasan Mandeh (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - Pariwisata di Sumatera Barat (Sumbar) masih semeraut dan belum terkelola dengan baik. Terbukti dibeberapa di objek, masyarakat masih mengeluh akan pungutan liar (pungli) seperti parkir liar.

Tidak hanya itu, pengunjung juga mengeluh ulah main 'pakuak' sejumlah tempat saat libur lebaran. Bahkan tarif yang dibandrol diluar kewajaran.

Pakar Pariwisata Universitas Andalas (Unand), Sari Lenggogeni menegaskan, persoalan pariwisata tersebut muncul akibat dari tidak terkelolanya dengan baik objek wisata.

"Kuncinya pengelolaan, jika terkelola dengan baik, insyaallah tidak terjadi hal itu," ujarnya kepada KLIKPOSITIF, Jumat, 14 Juni 2019.

Dijelaskannya, pengelolaan bisa saja dilakukan pemerintah daerah, pihaknya swasta dengan melibatkan masyarakat secara profesional. Pengelolaan dimaksud harus masuk dalam rencana induk pengembangan pariwisata melalui tata kelola terpadu atau Destination Management Organization (DMO).

"Masyarakat harus dilibatkan untuk pengelolaan pariwisata di Sumbar, pasalnya keterikatan sosial sangat kental dan tujuan pariwisata ada untuk meningkatkan perekonomian masyarakat," jelasnya.

Pemerintah daerah bisa sebagai penanggung jawab sekaligus mengotrol pariwisata bisa menempatkan bagian tertentu dari unsur masyarakat dalam pengelolaan pariwisata.

"Jika tidak dikelola, masyarakat setempat tentu mencari cara agar mereka mendapat uang dari kunjungan salah satu dengan cara parkir liar," katanya.

Tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP dan Polres Pesisir Selatan mengamankan seorang warga Carocok Tarusan, berinisial "DN" (40) yang diduga melakukan pungutan liar disekitar Kawasan Wisata Bahari Terpadu Mandeh (KWBT), Sabtu (8/6).

Penangkapan dilakukan berdasarkan laporan masyarakat yang resah dengan ulah oknum yang meminta uang kepada pengunjung ketika berswafoto (selfie) di kawasan Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan. (*)