Pemkab Padang Pariaman Uji Coba Pusat Layanan Terpadu Penanganan Kemiskinan

"Masyarakat kami layani sebagai raja, kami menjadi pelayan. Ruangan sangat nyaman sesuai standar Ombudsman dan amanah UU nomor 25 tahun 2009 tentang pelayanan publik"
Kepala DSP3A Hendra Aswara bersama jajarannya ujicoba layanan Please Care Papa di Ruang layanan DSP3A, Pariaman (Ist)

PADANG PARIAMAN, KLIKPOSITIF -- Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman melakukan ujicoba peluncuran Pusat Layanan Terpadu Penanganan Kemiskinan di Kantor Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) di Pariaman, Senin 17 Juni 2019.

Kepala DSP3A Hendra Aswara mengatakan ujicoba ini diselenggarakan untuk sebelum pelaksanaan lonching pusat layanan tersebut pada tanggal 24 Juni mendatang.

"Seminggu sebelum peluncuran, kami lakukan ujicoba terlebih dahulu untuk mengetahui kekurangan untuk penyempurnaan pusat layanan penanganan kemiskinan ini" ujar Hendra.

Pusat Layanan Terpadu Penanganan Kemiskinan Kabupaten atau disebut Please Care Papa, kata Hendra, merupakan inovasi terbaru Bupati Ali Mukhni dalam percepatan penurunan angka kemiskinan dengan melibatkan seluruh sektor dan stakeholders. Segala hal menyangkut kemiskinan dan oenyandang masalah kesejahteraan sosial dipusatkan pada Dinas Sosial sebagai leading sektor.

"Selama ini penanangan kemiskinan masih parsial, OPD masih bergerak sendiri-sendiri dan bantuan masih belum tepat sasaran. Sesuai arahan Bapak Bupati, bahwa kebiasaan ini harus diubah. Dinsos harus menjadi penggerak utama dalam penanganan kemiskinan yang miliki Basis Data Terpadu" kata Mantan Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian itu.

Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Emri Nurman menambahkan Please Care Papa dilengkapi fasilitas seperti hotel bintang empat. Adanya ruang front office, ruang tunggu Full AC, ruang menyusui, ruang bermain anak, ruang pengaduan, ruang rapat, ruang pengaduan, minibar, ramah disabilitas, perpustakaan mini dan musholla.

"Masyarakat kami layani sebagai raja, kami menjadi pelayan. Ruangan sangat nyaman sesuai standar Ombudsman dan amanah UU nomor 25 tahun 2009 tentang pelayanan publik" ujar Emri.

Layanan plus, tambah Emri, juga diberikan dimana jika ada masyarakat miskin yang datang menggunakan angkutan umum atau ... Baca halaman selanjutnya