Ditumpangi Tempat Tinggal, Wanita di Solok Ini Malah Nekat Pukul dan Curi Emas Pemilik Rumah

"Tersangka sudah kita amankan bersama sejumlah barang bukti hasil pencurian,"
Ilustrasi (KLIKPOSITIF)

SOLOK KOTA, KLIKPOSITIF -- Sempat kabur usai mencuri emas di Nagari Kotosani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, ibu tiga anak berinisial A (36) berhasil diciduk petugas dalam pelariannya di Kabupaten Pesisir Selatan, Minggu 16 Juni 2019.

Tersangka diamankan Tim Opsnal Satreskrim Polres Solok Kota di kawasan Tanah Kareh Gurun Panjang, Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan. Dari tangan tersangka, Polisi mengamankan Barang Bukti hasil pencurian.

"Tersangka sudah kita amankan bersama sejumlah barang bukti hasil pencurian," ungkap Kapolres Solok kota, AKBP Dony Setiawan, Senin 17 Juni 2019.

Sebelumnya, diduga lantaran sakit hati dituduh menggelapkan uang hasil penjualan minyak, A (36) yang mengaku warga Nagari Sumani, Kabupaten Solok nekat memukul pemilik rumah tempatnya menumpang tinggal, ES (43) dengan sebatang besi.

Akibatnya, korban yang merupakan warga Nagari Kotosani, Kecamatan X Koto Singkarak tak sadarkan diri. Kesempatan itu dimanfaatkan tersangka untuk menggasak perhiasan emas dan uang milik korban.

Dari keterangan korban kepada polisi, tersangka mengambil kalung, gelang dan cincin yang senilai 25 emas yang dipakai korban saat itu. Bersamaan dengan itu, tersangka juga menggasak handphone samsung lipat dan uang tunai dari dalam tas korban sebanyak Rp.120.000.

Kejadian itu bermula saat tersangka meminta korban untuk memperbaiki kompor gas elpiji yang dilaporkan rusak. Tanpa menaruh curiga, korban pun mengecek. Baru saja membungkuk, tersangka memukul kepala bagian belakang korban dengan sebatang besi.

Korban langsung roboh. Kondisi rumah yang dalam keadaan sepi diamanfaatkan oleh tersangka untuk menguras harta milik korban dan langsung kabur. Usai kejadian, datang sejumlah warga dan membawa korban ke rumah sakit.

"Selain sakit hati, motif tindakan pencurian dengan pemberatan yang dilakukan tersangka juga dipicu desakan ekonomi lantaran tidak punya untuk untuk ... Baca halaman selanjutnya