Ditarik Diam-Diam, Puluhan Juta Kas IKKS Raib

"Uang kas itu akan digunakan untuk kegiatan sosial"
ilustrasi penggelapan (net)

LIMAPULUH KOTA, KLIKPOSITIF -- Puluhan juta uang Kas Ikatan Keluarga Kapur Sembilan (IKKS) raib saat akan melakukan penarikan beberapa waktu lalu. Hal ini disampaikan Ketua Umum IKKS Edwar Idrus kepada KLIKPOSITIF.

Ia menjelaskan setelah ditelusuri, ternyata uang tersebut dibobol oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Uang tersebut merupakan kas paguyuban yang dikumpulkan oleh perantau yang dipergunakan untuk sosial.

"Ada uang sekitar Rp38 juta yang merupakan sumbangan dari donatur perantau IKKS se-Indonesia. Uang tersebut diduga dibobol oleh oknum yang tidak bertanggung jawab," kata Edwar Idrus.

Raibnya uang puluhan juta tersebut diketahui saat pengurus grup akan melakukan penarikan dana yang untuk menyalurkan bantuan pada pekan lalu. Namun dikatakannya, dana yang tersimpan dalam rekening IKKS tersebut berkurang dan habis.

"Hasil penelusuran setelah buku rekening dicetak, diketahui ada transaksi penarikan sejumlah uang. Transaksi ini dilakukan tanpa seizin pengurus dan mencapai Rp38 juta lebih," ujar Ketua Umum IKKS.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa uang kas tersebut merupakan sumbangan anggota IKKS untuk kegiatan sosial, keagamaan serta pendidikan bagi masyarakat di kampung halaman. Dimana menurutnya setiap bulan, anggota grup selalu mengirimkan dana bantuan dengan jumlah beragam.

"Setiap tiga bulan, bantuan yang terkumpul tersebut selalu disalurkan ke masyarakat yang membutuhkan," katanya.

Pihaknya pun melakukan pengecekan dan diketahui hal tersebut dilakukan oleh oknum berinisial RS. Ia merupakan salah seorang orang kepercayaan dari IKKS dan pihaknya pun telah melakukan komunikasi secara baik-baik terkait penyalahgunaan kas IKKS tersebut.

"Kami telah berbicara baik-baik dengan yang bersangkutan untuk mengembalikan sejumlah uang kas yang telah ditariknya. Tapi hingga kini belum ada respon sehingga kita akan melaporkan hal ini ke pihak berwajib dan akan diproses sesuai dengan ... Baca halaman selanjutnya