Wabup Padang Pariaman Harapkan OPD Terus Lahirkan Inovasi

"Untuk bisa melahirkan dan melaksanakan inovasi dibutuhkan kerjasama semua pihak. Jika ada permasalahan dalam manajemen, usahakan diselesaikan dengan baik tanpa riak dan gejolak agar jangan sampai ke pihak luar"
(Ist)

PARIAMAN, KLIKPOSITIF -- Wabup Padang Pariaman, Suhatri Bur berharap semua OPD yang ada didaerah itu tetap terus melahirkan inovasi agar semakin banyak upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Salah satu yang disorot wagup tersebut adalah inovasi yang dilakukan oleh RSUD Padang Pariaman.

Saat ini RSUD Padang Pariaman mempunyai inovasi yang diberi nama Papa Anjap (Padang Pariaman Antar Jemput Pasien Rawat Inap). Inovasi tersebut menjemput dan mengantar pasien rawat inap di wilayah Kabupaten Padang Pariaman.

"Untuk bisa melahirkan dan melaksanakan inovasi dibutuhkan kerjasama semua pihak. Jika ada permasalahan dalam manajemen, usahakan diselesaikan dengan baik tanpa riak dan gejolak agar jangan sampai ke pihak luar," kata mantan Ketua Baznas Padang Pariaman itu.

Hal itu disampaikan Suhatri Bur saat menghadiri Halal Bihalal dan Silaturahim manajemen RSUD Padang Pariaman di RSUD Padang Pariaman, 18 Juni 2019.

"Ini sebuah upaya yang baik untuk mempererat tali silaturahim antar pegawai di RSUD melalui halal bihalal," katanya.

"Sambil bersilaturahim, lakukan evaluasi, perbaiki hal yang belum dilaksanakan untuk dilaksanakan guna meningkatkan pelayanan di rumah sakit menjadi pelayanan prima.
Semoga dengan pelayanan prima, RSUD melahirkan inovasi inovasi baru," harap Wabup.

Sementara itu, Direktur RSUD Padang Pariaman, dr. Lismawati, M.Biomed menjelaskan kondisi rumah sakit milik Pemkab Padang Pariaman yang ber Tipe C memiliki pegawai sebanyak 400 orang. Dokter spesialis 25 orang dan dokter umum 10 orang.

"Alhamdulilah, PAD dari RSUD setiap tahun selalu meningkat secara signifikan. Tahun 2018 lalu PAD Rp20 Milyar. Tahun 2019 di bulan Juni ini sudah hampir Rp20 Milyar," jelas Lismawati.

"Walaupun Tipe C, sarana prasarana RSUD ini lumayan lengkap. Semua dokter spesialis sudah tersedia kecuali dokter anestesi. Kita susah usaha mencari sampai ke Kemenkes namun belum dapat," ... Baca halaman selanjutnya