Diduga Langgar Kode Etik, Komisioner KPU Payakumbuh Dilaporkan ke DKPP

"Untuk laporan dari Refidon Putra yang juga Ketua DPD Partai Berkarya Kota Payakumbuh terhadap KPU Payakumbuh karena diduga melanggar kode Etik telah kita teruskan ke DKPP"
KPU (net)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Payakumbuh meneruskan laporan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilihan umum (Pemilu) yang dituduhkan terhadap lima komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) daerah tersebut ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKKP).

Laporan ke DKPP tersebut dilakukan Bawaslu, setelah adanya laporan yang dibuat oleh Ketua DPD Partai Berkarya Kota Payakumbuh, Refidon Putra.

Ketua Bawaslu Kota Payakumbuh, Muhammad Khadafi menjelaskan, setelah melakukan pengkajian dan pemeriksaan atas laporan dengan nomor 003/LP/PL/KOTA/03.05./V/2019 yang sebelumnya dibuat Refidon Putra, pihaknya memutuskan untuk meneruskan berkas laporan tersebut ke DKPP.

"Untuk laporan dari Refidon Putra yang juga Ketua DPD Partai Berkarya Kota Payakumbuh terhadap KPU Payakumbuh karena diduga melanggar kode Etik telah kita teruskan ke DKPP," kata Ketua M Khadafi, Selasa (18/6).

Dari laporan yang diteruskan ke DKPP itu, lima komisioner KPU Payakumbuh diduga melakukan Pelanggaran Kode Etik Penyelenggara pemilu yang Diatur dalam Peraturan DKPP Nomor 2 tahun 2017. Penyelenggara pesta demokrasi itu dituduhkan melakukan pelanggaran kode etik sebagaimana diatur dalam pasal 11 huruf b dan c, selanjutnya Pasal 12 huruf d dan e, pasal 16 huruf a dan d.

Pelaporan ke DKPP sebenarnya bukan kali pertama dialami KPU Payakumbuh. Pada Pilkada Payakumbuh 2017 lalu, KPU Kota Payakumbuh juga sempat dilaporkan ke DKPP. Saat itu, Ketua KPU Payakumbuh dijabat Hetta Manbayu. Dari proses persidangan yang digelar di Kantor Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, pucuk pimpinan lembaga penyelenggara Pemilu itu akhirnya dicopot dan kemudian digantikan oleh Haidi Mursal yang sampai saat ini masih menjabat sebagai Ketua Komisioner KPU Payakumbuh.(*)