Tak Disangkan, Ini Keuntungan yang Didapat Pelaku Pengoplos Elpiji di Padang

"Sampai saat ini kami masih melanjutkan proses sesuai dengan aturan yang berlaku dan kami telah memeriksa beberapa saksi serta tersangka"
Barang bukti yang diamankan polisi (Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Pelaku yang diduga sebagai pengoplosan elpiji yang dibekuk tim Satreskrim Polresta Padang pada pekan lalu mendapatkan keuntungan dua kali lipat dari modalnya.

Keuntungan yang ia peroleh diperkirakan sebanyak Rp73 ribu per satu tabung gas dengan berat 12 kilogram.

Bagaimana tidak, ia membeli elpiji subsidi dengan harga Rp18 ribu per tiga kilogram dan dipindahkan ke dalam tabung elpiji non subsidi seberat 12 kilogram dengan harga Rp145 ribu per tabung.

Keuntungan yang ia peroleh itu diketahui dari penjualan gas subsidi yang dipindahkan ke tabung gas non subsidi.

BACA JUGA: Diduga Oplos Elpiji, Agen Gas di Padang Dibekuk Polisi

Tersangka atas nama Rusdi (44) itu mengoplos gas sendiri di rumahnya yang selalu berpindah-pindah sejak setahun yang lalu.

Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polresta Padang, Ipda Syafwal mengatakan bahwa pihaknya telah menginterogasi tersangka dan telah mendapatkan beberapa pengakuan.

"Dari pengakuan tersangka, ia mengaku telah melakukan praktik itu sejak satu tahun yang lalu," ujarnya.

Tersangka yang telah merugikan masyarakat dengan mengoplos gas subsidi itu dibekuk pada Sabtu 15 Juni 2019 lalu.

"Sampai saat ini kami masih melanjutkan proses sesuai dengan aturan yang berlaku dan kami telah memeriksa beberapa saksi serta tersangka," lanjutnya.

Menurutnya, pihaknya telah memeriksa empat orang saksi yaitu tempat tersangka menjual gas dan pangkalan tempat tersangka membeli gas subsidi.

"Kami masih menunggu untuk memeriksa saksi ahli, kami beru mengirimkan permohonan kepada BPA Migas, kalau nanti siapa yang ditunjuk sebagai saksi, kami akan melakukan pemeriksaan," tutupnya. [Halbert Caniago]