Tertinggi Jumlah Kunjungan Wisatawan, Berapa PAD Pessel saat Libur Lebaran?

"Ternyata penerimaan PAD Pessel tidak berbanding lurus dengan tingginya jumlah kunjungan wisatawan"
Kawasan Wisata Carocok Painan Pessel (KLIKPOSITIF/Kiki Julnasri)

PESSEL, KLIKPOSITIF -- Tingginya kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera selama libur lebaran ternyata tidak berbanding lurus dengan hasil penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pariwisata setempat.

Berdasarkan data terakhir Badan Pendapatan Daerah, hingga kini total omset yang masuk dari penjualan karcis selama musim libur lebaran masih sekitar Rp300 juta, dan hal itu masih jauh dari target sebelumnya Rp 600 juta.

Rendahnya penerimaan PAD sektor pariwisata ini, Bupati Hendrajoni menyebut, masih banyaknya kebocoran dalam pengelolaan uang masuk dari pariwisata tersebut, diantaranya akibat sulitnya membasmi pungutan liar (pungli).

"Benar, hal itu dikarenakan masih adanya sejumlah pungutan liar di lokasi wisata," kata bupati pada wartawan.

Angka itu jauh lebih sedikit dari target yang telah ditetapkan sebesar Rp600 juta, dari target kunjungan 45 ribu wisatawan oleh Dinas Pariwisata dan Pemuda Olahraga Pessel. Bahkan jauh lebih rendah dibandingkan realisasi tahun sebelumnya mencapai angka Rp500 juta.

Hendrajoni berjanji, ke depan pihaknya bakal memberantas pungutan liar di kawasan wisata hingga ke akar-akarnya. Sebab, hal tersebut tidak hanya membuat kerugian terhadap PAD, tetapi juga merusak citra daerah.

"Ya, nanti akan kita benahi lagi. Semua pihak akan kita libatkan untuk memerangi pungli ini. Nanti karcis parkir harus resmi dari Pemda," ujarnya.

Padahal sebelumnya, Dinas Pariwisata Sumbar mengklaim kunjungan wisatawan ke Pesisir Selatan pada lebaran 2019 tercatat paling tinggi di Provinsi Sumbar yang mencapai 795.747 wisatawan.

Sedangkan daerah lain, seperti Kota Padang, 330.000 wisatawan, Kota Pariaman 226.993 dan disusul Kota Bukittinggi 192.242 wisatawan.

[Kiki Julnasri]