Program Rasa Sejiwa di Kota Padang Masuk Top 99 Inovasi Kemenpan RB

"Padang menjadi satu-satunya pemerintah daerah di Sumatera Barat yang inovasinya masuk dalam Top 99"
Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kota Padang, Sandra Imelda (Humas Pemko Padang)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Program Kelurahan Siaga Sehat Jiwa (Rasa Sejiwa) di Kelurahan Kurao Pagang, Kota Padang, Sumatera Barat terpilih dalam Top 99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik 2019 yang diselenggarakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

"Padang menjadi satu-satunya pemerintah daerah di Sumatera Barat yang inovasinya masuk dalam Top 99," kata Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kota Padang, Sandra Imelda dalam kegiatan diseminasi informasi di Media Center Balai Kota Padang, Rabu (19/6).

Menurut Sandra, dari 11 inovasi pelayanan publik yang dikirim Pemko Padang, Program Kelurahan Siaga Sehat Jiwa ( Rasa Sejiwa) di Kelurahan Kuaro Pagang yang dikelola Puskesmas Nanggalo terpilih dalam Top 99 dari 3.156 inovasi yang didaftarkan.

"Inovasi ini selanjutnya akan melalui tahapan selanjutnya oleh Tim Independen dari Kemenpan RB berupa presentasi dan wawancara pada rentang waktu 3 hingga 17 Juli 2019," kata dia.

Ia menyampaikan lagi, program ini akan dipresentasikan oleh Wali Kota Padang Mahyeldi di hadapan tim penilai independen dan setelah tahapan tersebut akan ada penghargaan Top 99 oleh Kemenpan RB.

Kemudian akan dilakukan penyaringan untuk masuk dalam top 40 inovasi pelayanan publik. Tahun lalu salah satu inovasi dari Padang yaitu Kelas Ibu Muda masuk dalam Top 40 yang diganjar penghargaan dan dana insentif daerah sebesar Rp9 miliar, ujarnya.

Sementara Kepala Puskesmas Nanggalo Padang dr Devita Rizqi selaku pengelola program menjelaskan Program Kelurahan Siaga Sehat Jiwa berawal dari tingginya angka gangguan jiwa di wilayah kerjanya yang mencapai 107 kasus pada 2016.

"Selama ini kami menemukan tingkat kepatuhan orang dengan gangguan jiwa minum obat rutin di kelurahan Kurao Pagang cukup rendah yaitu dari 100 pasien hanya 21 orang yang teratur minum obat," kata dia.

Tidak hanya itu tambahnya, petugas juga menerima laporan kasus ... Baca halaman selanjutnya