Harga Tiket Pesawat Picu Kenaikan Pembuatan Paspor di Imigrasi Padang

Suasana pembuatan paspor di kantor Imigrasi Padang
Suasana pembuatan paspor di kantor Imigrasi Padang (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - Kenaikan harga tiket pesawat domestik, tampaknya juga memicu peningkatan kunjungan masyarakat ke kantor imigrasi untuk mengurus keperluan pembuatan baru ataupun perpanjang masa berlaku paspor. 

Informasi dari Imigrasi Kelas I TPI Padang lonjakan masyarakat itu meningkat 40 persen dibandingkan hari biasa sejak sebulan ini.

"Kebanyakan mereka yang mengurus paspor tujuannya untuk berwisata ke luar negeri, ada juga karena pesawatnya transit," ujar Plt Kepala Imigrasi Kelas I TPI Padang, Indra Sakti Suhermansyah, Rabu, 19 Juni 2019.

Baca Juga

Disebutkan Indra, sejak terjadi peningkatan masyarakat dalam pengurusan paspor ini, Imigrasi juga dalam hal ini menigkatkan pelayanannya termasuk menaikan kuota dikarenakan setiap hari dipenuhi masyarakat yang mengurus keperluan paspornya.

"Kita tidak bisa melarang masyarakat yang hendak mengurus paspornya, makanya kita menaikan kuotanya menjadi 120 orang perhari, itu diluar dari pemohon difabel, lansia dan balita dibawah lima tahun. Naik dari kuota hari biasanya 80 perhari. Jika digabungkan keseluruhannya, bisa mencapai 140-160 orang perhari," katanya.

Dilanjutkannya, untuk kuota itu kan ambil antriannya melalui online, sedangkan manual hanya yang khusus seperti pemohon difabel, lansia dan balita dibawah lima tahun

Dalam pelayanan ini, SDM yang dimiliki kantornya tidak merasa kewalahan, Namun kendala yang muncul yang menghambat kerja hanya persoalan jaringan. Tetapi, hal itu segera disiasati dengan melaporkan ke pusat.

"Kita ingin pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Maka, pelayanan yang selalu diutamakan," ulasnya.

Untuk pengurusan paspor ini juga tidak membutuhkan waktu lama, ungkap Indra, masyarakat yang mengajukan pemohonan pembuatan paspor terlebih dahulu telah mengambil antrian lewat online, kemudian menyerahkan kelengkapan syarat, lalu berfoto dan bayar di mobil pos yang disediakan di halaman kantor. Tiga hari kemudian sudah diambil.

"Situasi meningkatnya jumlah pemohon paspor juga tidak mempengaruhi lama pengambilan paspor, tetap tiga hari karena itu sudah standar operasionalnya, kecuali ada gangguan jaringan," tukasnya. 

Sementara itu, Bobi (27), warga Padang mengatakan, dirinya membuat paspor dikarenakan kebutuhan, sebab dirinya akan melakukan wisata ke luar negeri. Apalagi, untuk harga tiket pesawatnya dibandingkan domestik jauh lebih murah.

"Mending wisata ke luar negeri lebih murah dibandingkan domestik (dalam negeri)," ujarnya membandingkan. (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir | Editor: -