DPR Dorong Pemerintah Harus Tuntaskan RUU Perlindungan Data Pribadi

"Fintech kita sampai hari ini juga tidak berkembang. Salah satu asumsi dunia digital ini berkembang kan ada dua, yaitu keamanan data dan keamanan jaringan"
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF -- Anggota Komisi I DPR RI Sukamta mendesak agar pemerintah kembali mengangkat Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) untuk segera dibahas dan diselesaikan.

Sebab RUU tersebut dari awal memang ditujukan sebagai pondasi dalam menghadapi dunia digital yang tanpa batas saat ini, sehingga harus menjadi perhatian.

Hal ini ia sampaikan dalam Rapat Kerja Komisi I DPR RI dengan Menkominfo Rudiantara dan beberapa Lembaga Kuasi Publik di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, beberapa hari lalu.

Ia melihat fakta bahwa pada titik ini Indonesia mengalami ‘mandek’ kemajuan dalam menghadapi dunia digital seperti financial technologi (fintech) yang tidak berkembang hingga aturan mengenai keamanan data.

“Fintech kita sampai hari ini juga tidak berkembang. Salah satu asumsi dunia digital ini berkembang kan ada dua, yaitu keamanan data dan keamanan jaringan. Dan sepertinya tidak ada jaminan seperti itu di negara kita. RUU PDP sudah 3 tahun kita masukkan sebagai RUU Prolegnas Prioritas dan kita sepakati sebagai domain pemerintah sampai masa kami hampir berakhir ini belum ada tanda-tanda mau dibahas,” tegasnya.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyatakan bahwa dua PR besar, yaitu keamanan data dan keamanan jaringan harus segera diselesaikan karena kemajuan teknologi tidak menunggu regulasi berjalan. Ia berharap Indonesia tidak menjadi negara yang rapuh dalam hal regulasi bidang digital karena memang beberapa kali sudah pernah terjadi kasus per kasus mengenai keamanan data tersebut.

“Ini saya kira 2 hal yang menjadi PR besar kita dan harus dikejar. Sebab kalau ini tidak prioritas, maka nihil. Seperti mau membangun rumah, namun di tanah yang gembur tanpa kita buat fondasi dengan kuat. Jadi sebentar juga roboh. Jangan sampai nanti kita ambil yang mudah-mudah namun tidak esensial. Yang susah-susah tidak kita urus,” tukas politisi dapil DI Yogyakarta ... Baca halaman selanjutnya