ACT Berupaya Redam Krisis Malnutrisi di Yaman

(Ist)

KLIKPOSITIF - Puluhan ribu anak-anak Yaman meninggal dunia karena gizi buruk.

Perang saudara telah mengubah wajah Yaman sejak empat tahun lalu. Kerusakan merajalela, bahkan lebih fatal, kematian mulai tidak terhindarkan. Bukan karena pembantaian, namun menurunnya kesehatan penduduk Yaman yang membunuh secara perlahan namun pasti.

baca juga: Melalui Program Sahabat UMI, ACT Bantu Pedagang Perempuan yang Terdampak COVID-19

Pada 2017, Dana Anak-anak PBB (UNICEF) menyebut “konflik dan kelaparan memperburuk kondisi malnutrisi anak-anak Yaman”. Anak-anak pasien gizi buruk memenuhi setiap bangsal rumah sakit di Yaman, termasuk rumah sakit-rumah sakit di ibu kota Yaman, Sana’a.

Dampak konflik yang melebar itu pun menjadi perhatian dunia, termasuk masyarakat Indonesia dan Aksi Cepat Tanggap ( ACT ). Mei lalu, ACT kembali berupaya meredam krisis malnutrisi di Yaman. Bantuan dana dan obat-obatan diberikan kepada keluarga yang memiliki anak-anak malnutrisi.

baca juga: ACT Ajak Masyarakat Saksikan Muhasabah Akbar di Malam Kemenangan

“Bantuan dana dan obat-obatan diberikan bulan Mei lalu menjangkau puluhan keluarga di Sana’a. Mereka memiliki anak-anak yang menderita malnutrisi.” lapor Said Mukaffiy dari Global Humanity Response (GHR) - ACT . Melalui mitra ACT di Sana’a bantuan langsung diberikan ke rumah-rumah penerima manfaat.

Dalam meredam gizi buruk di Yaman, ACT telah beberapa kali mengirimkan bantuan ke negeri yang berada di sisi Teluk Aden itu. Bantuan itu antara lain suplai makanan penunjang, layanan kesehatan, dan menyediakan pasokan vitamin.

baca juga: 240 Mualaf di Kota Padang Terima Bantuan Paket Lebaran

"Insyaallah, ACT akan terus berikhtiar meredam gizi buruk di Yaman. Sebab itu, peran para dermawan di Indonesia begitu penting dalam meredam krisis kemanusiaan di negeri tersebut," imbuh Said.

Malnutrisi menjadi pekerjaan rumah bagi Yaman. Keadaan itu muncul sebagai dampak buruk perang saudara yang berkepanjangan. Sejak tahun 2015, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyebutkan bahwa sistem kesehatan di Yaman telah mendekati keterpurukkan. Hingga tahun 2019 pun, tingginya kebutuhan pelayanan medis di Yaman belum dapat terpenuhi. Selain obat-obatan, masyarakat Yaman juga membutuhkan tenaga medis seperti dokter ahli gizi, dokter kandungan, dan dokter umum.[Rilis]

baca juga: Regina Eye Center Bersinergi dengan ACT Padang Berikan Ratusan Bantuan Sembako pada Masyarakat

Penulis: Khadijah