Cabdin Wilayah Sumbar IV: Sistem Zonasi PPDB Akibatkan Kompetisi di SMP Tidak Bagus

Kepala Seksi SMK Cabdin Wilayah IV Sumbar, Yus
Kepala Seksi SMK Cabdin Wilayah IV Sumbar, Yus (Ist)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF -- Meski tetap akan menjalankan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB ) untuk SMA di wilayahnya yang meliputi Kota Payakumbuh , Kabupaten Limapuluh Kota , dan Kabuten Tanah Datar, Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Wilayah IV Sumbar menilai sistem zonasi akan berakibat tidak bagus terhadap kompetisi di tingkat SMP.

"Zonasi ini mengakibatkan kompetisi di SMP menjadi tidak bagus. Karena yang dihitung jarak rumah dan yang jadi acuannya adalah KTP orangtua dan tempat tinggal. Itu yang masalah," kata Kepala Seksi (Kasi) SMK Cabdin Wilayah IV Sumbar, Yus kepada KLIKPOSITIF , Jumat (21/6).

Ia menerangkan, dalam penerapannya, cara menseleksi siswa untuk bisa diterima di satu sekolah itu adalah dengan mengurutkan siapa yang bertempat tinggal paling dekat dengan sekolah tersebut.

Baca Juga

"Kalau rumahnya menempel (di samping) sekolah, itu wajib di terima. Jadi acuannya bukan lagi nilai," lanjutnya.

Untuk PPDB pada 2019-2020, Cabdin Wilayah IV Sumbar akan menjadikan Peraturan Gubernur (Pergub) Sumbar sebagai landasaran dalam menerima siswa baru .

Berdasarkan Pergub yang telah diterima pihaknya tersebut dijelaskan, bahwa PPDB yang berdasarkan zonasi itu adalah 90 persen dari total kuota penerimaan sekolah. Rinciannya, 80 persen dalam zonasi, 5 persen prestasi dalam zonasi, dan 5 persen lain untuk anak kandung tenaga pendidik (GTK).

"Sedangkan untuk 10 persen sisa akan diisi oleh prestasi luar zonasi 5 persen dan mengikuti perpindahan orangtua 5 persen," lanjut Yus.

Yus menerangkan, untuk jadwal pendaftaran PPDB akan dibagi ke dalam dua cara, yaitu melalui sistem offline dan online. Untuk pendaftaran offline khusus untuk calon siswa berprestasi yang berasal dari luar zonasi dan anak yang mengikuti kepindahan orangtua, pelaksanaannya pada 25-28 Juni 2019. Selanjutnya, untuk pendaftaran online akan dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu tahap pertama pada 4-6 Juli dan tahap dua pada 11-12 Juli.

Terkait calon siswa yang ingin mendaftar melalui jalur prestasi, Yus menerangkan bahwa prestasi di sini bukan didasarkan pada nilai di sekolah, tapi yang berprestasi di sini adalah mereka yang pernah memangkan lomba bidang sains dan teknologi (Saintek), kesenian, serta olahraga.

"Ajang perlombaan yang diikuti sifatnya harus berjenjang dan ada event nasional-nya. Jadi tidak lokal," pungkasnya kemudian. (*)

Baca Juga

Penulis: Taufik Hidayat

Video Terbaru

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com