Ini Penjelasan Disdikpora Terkait Pelaksanaan PPDB di Kota Pariaman

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

PARIAMAN , KLIKPOSITIF -- Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB ) Kota Pariaman Tahun 2019 saat ini telah menggunakan sistem zonasi, baik di tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Pariaman Yurnal mengatakan, Sistem Zonasi ini adalah sistem penerimaan siswa baru dengan metode siswa mendaftar ke sekolah terdekat dengan rumah dan ini dibuktikan dengan Kartu Keluarga (KK) atau kalau kapasitas sekolah telah melebihi, siswa akan mendaftar di sekolah lain yang dekat dengan tempat tinggal.

baca juga: Pemko Pariaman Ajak Pelaku IKM Manfaatkan Teknologi dalam Pemasaran Produk di Masa Pandemi

"Sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 58 Tahun 2018 tentang Sistem PPDP Tahun 2019 adalah Sistem Zonasi, namun sistem ini merupakan kali kedua pelaksanaanya di Kota Pariaman yakni Tahun 2018 dan 2019," kata Yurnal, Jumat 21 Juni 2019.

Sistem zonasi ini, katanya lagi, sudah dua kali periode digunakan dan sampai saat ini menurutnya aman dan tidak ada masalah, karena justru sistem ini sangat menguntungkan semua. "Siswa bersekolah dekat dengan rumah dibuktikan KK dan bila tidak ada KK atau baru pindah ada quota khusus untuk hal itu," terangnya.

baca juga: Kebakaran di Padang Pariaman, Satu Orang Meninggal Dunia

Sistem Zonasi di Kota Pariaman punya banyak manfaatnya, diantaranya tidak akan ada lagi sekolah-sekolah yang diunggulkan yang membuat banyak kecemburuan dan banyaknya keinginan wali murid untuk memasukkan anaknya ke sekolah tersebut.

Sejak ada sistem zonasi, semua SD dan SMP di Kota Pariaman akan bersaing secara sehat untuk mengunggulkan sekolah dan siswanya masing-masing.

baca juga: 250 Personel Disiagakan untuk PSBB Libur Lebaran di Pariaman

" PPDB Tahun 2019 di Kota Pariaman telah dilaksanakan sejak tanggal 12 sampai dengan 18 Juni, seleksi dan penerimaannya dari tanggal 19 Juni sampai dengan 5 Juli 2019 dengan proses yang hampir sama dengan tahun sebelumnya yaitu siswa mendaftar sendiri dengan membawa surat keterangan lulus atau surat keterangan hasil ujian sementara," jelasnya.

Untuk Kota Pariaman semua Siswa yang akan masuk ke SMP diyakinkan akan tertampung oleh SMP yang ada di Kota Pariaman karena Disdikpora sudah membaginya dengan sistem zonasi tersebut.

baca juga: Lebaran di Tengah Pandemi COVID-19, Begini Aturannya di Pariaman

"Semua siswa yang lanjut ke tingkat SMP sudah kita kelompokkan sesuai lokasi SD dan SMP, jadi kemungkinan siswa yang wajib belajar tidak diterima sudah tidak ada lagi. Untuk kuota perlokal sudah diatur dalam Permendikbud yaitu 1 kelas hanya boleh 28 orang dan SMP 32 orang namun ada beberapa sekolah yang berada di area padat penduduknya akan buat 2 rombongan belajar namun kembali dilihat kapasitas sekolah tersebut atau lihat ruang belajarnya," tambahnya.

Data yang diperoleh untuk Tahun 2019 ada 1.590 siswa SD yang akan melanjutkan ke SMP yang ada di Kota Pariaman dan untuk daya tampung sendiri ada 1.696 orang yang bisa ditampung di sembilan SMP Negeri yang ada di Kota Pariaman .

Ia mengimbau dan berharap kepada peserta didik yang telah mendaftar di PPDB , bagi yang telah mendapatkan tempat diterima silahkan melanjutkan pendaftaran dan bagi yang belum diterima di sekolah lanjutan, silahkan hubungi Disdikpora bidang Pendidikan Dasar agar kami siap mendistribusikan ke sekolah yang ada disekitar tempat tinggal.

Ia berharap untuk tahun-tahun selanjutnya peserta didik dan wali murid tetap mematuhi sitem zonasi dan tahun depan rencananya akan digunakan sistem PPDB online karna kita akan dukung program Pemko Pariaman yaitu sistem smart city. 

[Rehasa]

Penulis: Iwan R