Prestasi Anjlok di MTQ Sumbar, Ini Komentar Kepala Kantor Kemenag Pessel

"Dalam persiapan, pemerintah daerah hanya melakukan training centre (TC) selama dua hari "
Plt Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pesisir Selatan Firadus (KLIKPOSITIF/Kiki Julnasri)

PESSEL, KLIKPOSITIF -- Plt Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pesisir Selatan Firadus mengakui anjloknya prestasi kafilah Pesisir Selatan pada MTQ Sumatera Barat ke 38 di Kota Solok, karena pembinaan dan seleksi yang lemah.

Firdaus mengungkapkan, dalam persiapan pemerintah daerah hanya melakukan training centre (TC) selama dua hari dan pemantapan khafilah hanya satu hari. Padahal seharusnya, harus bisa lebih maksimal lagi.

"Itu tidak mungkin. Mana ada seperti itu. Padahal, telah kami sampaikan jauh-jauh hari. Alasannya anggaran tidak ada," ungkapnya pada wartawan di Painan, Senin 24 Juni 2019.

Menurutnya, pada MTQ Sumbar ke 38 ini, banyak dari qori dan qoriah juara MTQ tingkat kabupaten setempat pindah ke daerah lain. Padahal jika dirangkul dengan selektif akan berpeluang memberikan berkontribusi positif daerah tersebut, namun malah sebaliknya.

"Ini sangat disayangkan. Jika mereka kita pakai, saya yakin target empat besar bisa tercapai. Mereka semua ada sembilan orang," jelasnya.

Pada perhelatan kali ini Pesisir Selatan tidak mengikuti semua cabang yang dilombakan. Parahnya lagi, lebih banyak pendamping dibanding peserta.

Dari 87 orang yang dikirim, hanya 47 orang saja peserta. Daerah lain mengirim lebih dari 100 peserta. Ketua tim, Asisten I tidak pernah sekalipun datang ke lokasi.

Bahkan, anehnya, peserta tidak didampingi ketua TC. Akan tetapi diiringi pendamping. "Ini kan, aneh. Ibarat olahraga, yang jadi pendamping atlet itu pelatihnya," ulasnya.

Ia berharap, ke depan capaian kali ini menjadi evaluasi bagi pemerintah daerah. Masing-masing pihak harus saling membuka diri, sehingga visi keagamaan pemerintah daerah bisa terwujud.

[Kiki Julnasri]