Ganggu Pejalan Kaki, PKL dan Taman Cafe Ditertibkan Tim 7 Penegak Perda Payakumbuh

"Selain PKL, kita juga membongkar taman dari sebuah cafe yang dibangun di atas trotoar. Ini sebelumnya sudah kita beri peringatan tapi tidak dibongkar juga"
Tim 7 Penegak Perda Kota Payakumbuh saat menertibkan sebuah taman cafe. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Para pedagang kaki lima (PKL) dan taman sebuah cafe yang menggunakan trotoar dan jalan sebagai tempat berjualan ditertibkan Tim 7 Penegak Perda Kota Payakumbuh, Selasa (25/6) siang.

Penertiban dimulai dari Jalan Ade Irma Suryani, tepatnya di depan RSUD Dr. Adnaan WD sampai ke Simpang Benteng, dilanjutkan ke depan SMPN 1 Payakumbuh, kemudian di Jalan Veteran depan Ibnu Sina.

Dalam penertiban itu, tim 7 yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Kejaksaan, dan Satuan Polisi Pamong Paraja (Satpol PP) menyita sejumlah kursi dan meja yang biasa digunakan PKL dalam menggelar dagangannya.

"Selain PKL, kita juga membongkar taman dari sebuah cafe yang dibangun di atas trotoar. Ini sebelumnya sudah kita beri peringatan tapi tidak dibongkar juga," kata Ketua Harian Tim 7 Penegak Perda Payakumbuh, Devitra di sela-sela melakukan penertiban.

Dijelaskan Devitra, penyitaan terhadap sejumlah peralatan dari pedagang dilakukan untuk memberikan efek jera, sehingga para pedagang bisa menaati Perda Nomor 5 Tahun 2007 dan Perda Nomor 9 Tahun 2010.

"Kita berharap PKL bisa mematuhi Perda yang sudah lama itu. Karena trotoar adalah akses bagi pejalan kaki, kemudian jalan akses bagi pengendara. Jadi mari saling menghormati. Berjualan tidak dilarang, tapi berjualanlah di tempat yang tidak dilarang," terang Devitra.

Lebih lanjut, khusus untuk pedagang kuliner di Kota Payakumbuh sudah diberikan toleransi untuk bisa berjualan di sejumlah titik tertentu, seperti di jalan Sudirman, Jalan Soekarno Hatta di kiri badan jalan.

"Untuk kuliner dalam Perda sudah diberikan toleransi tapi mulai berjualan dari pukul 16.00 WIB. Hal itu dilakukan karena Kota Payakumbuh ini cukup dikenal dengan kulinernya," jelasnya.

Devitra menerangkan, setelah operasi penertiban Selasa (26/6) tersebut, pihaknya akan terus menggiatkan penertiban di beberapa titik lain.

"Mudah-mudahan dengan penertiban yang dilukakan ... Baca halaman selanjutnya