Kemenko Perekonomian RI Siapkan Rendang Payakumbuh untuk Go Internasional

"Kami di sini ingin memastikan peran masing-masing kementerian dan lembaga terkait agar produksi UKM rendang di Payakumbuh bisa segera go internasional seperti yang sudah direncanakan Pemko"
Sentra UKM rendang Kota Payakumbuh di Padang Kaduduak. (Ist)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Menjamurnya industri rendang di Kota Payakumbuh mendapat perhatian serius dari Kementerian Koordinator Perekomonian RI yang mengirim wakilnya ke daerah tersebut untuk memantau progres dari wacana randang go internasional yang belakangan ini coba digaungkan pemerintah kota (Pemko) Payakumbuh.

Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Kemenko Perekonomian RI Iwan Faidi saat meninjau Usaha Kecil Menengah (UKM) rendang di Payakumbuh mengatakan, pihaknya tengah menyusun peran masing-masing kementrian dan lembaga untuk meningkatkan daya saing UKM rendang di dunia internasional.

"Kami di sini ingin memastikan peran masing-masing kementerian dan lembaga terkait agar produksi UKM rendang di Payakumbuh bisa segera go internasional seperti yang sudah direncanakan Pemko," ujarnya, Selasa (25/6).

Iwan Faidi juga memastikan, bahwa syarat sertifikasi dan food sefty dari BPOM dan label halal sudah terpenuhi sebagai salah satu syarat utama untuk produksi go internasional.

"Sebanyak sembilan varian rendang sudah memiliki izin edar dari BPOM," ujarnya.

Iwan menyebut dala rangka mempercepat rendang go internasional, Kemenko Perekonomian terus berupaya berkoordinasi dengan seluruh kementerian dan lembaga lain, diantaranya keuangan, BUMN, BPOM, BNI, Kementerian Perindustrian, Perdagangan dan Pertanian.

"UKM itu sebetulnya di bawah kementerian perindustrian tapi kita sinergikan dengan yang lainnya. Kita menginventarisir apa yang sudah dan apa yang belum," jelasnya.

Wakil Wali Kota Payakumbuh, Erwin Yunaz mengatakan sentra UKM rendang Payakumbuh disiapkan untuk dapat memproduksi rendang dengan jumlah besar lebih dari 70 ton rendang sesuai permintan Arab Saudi. Sentra tersebut juga akan dijadikan sebagai tempat wisata belajar memasak rendang bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

"Dengan inovasi, hal ini tidak mustahil kedepan bisa ... Baca halaman selanjutnya