Universitas Andalas Padang Resmi Punya Profesor Patuih (Petir)

"Masih yang belum terungkap dari fenomena ini, menjadi alasan saya melakukan penelitian dan melanjutkan penelitian setelah gelar ini"
Prof. Dr. Eng. Ariadi Hazmi, ST, MT (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Universitas Andalas (Unand) Padang hari ini mengukuhkan dua guru besar dari Fakultas Teknik. Salah satunya Prof. Dr. Eng. Ariadi Hazmi, ST, MT. yang meneliti tentang petir (patuih).

Dalam orasi Ilmiahnya yang berjudul "Petir: Fenomena Alam, Bahaya dan Manfaatnya", Prof. Dr. Eng. Ariadi Hazmi, ST, MT menjelaskan, fenomena petir bukanlah fenomena biasa. Ada hikmah dan kekuasaan Allah yang bisa diambil didalamnya serta dijadikan pelajaran.

"Masih yang belum terungkap dari fenomena ini, menjadi alasan saya melakukan penelitian dan melanjutkan penelitian setelah gelar ini," ujarnya, Selasa, 25 Juni 2019 di Convention Hall Unand.

Bagi sebagian orang petir sangat menakutkan, namun pada sisi lain petir memiliki manfaat bagi alam dan kelangsungan hidup manusia. Bahkan petir dapat menyuburkan tanah melalui nitrogen yang dihasilkan pada lapisan atmosfer dan jatuh bersamaan dengan hujan.

"Petir menyebabkan nitrogen tidak stabil di atmosfer, kemudian nitrogen yang tak stabil tersebut bereaksi dengan oksigen membentuk nitrat. Selanjutnya nitrat larut bersama air hujan, hampir seperti proses di pabrik pupuk," jelas akademisi kelahiran Lahat, 14 Maret 1975 itu.

Dilanjutkannya, pada umumnya polaritas petir itu seperti listrik ada muatan positif dan negatif. Persentasenya 90 persen muatan negatif, 10 persen positif.

"Muatan positif walaupun kecil secara persentase,  namun daya hancurnya lebih kuat terhadap sistem kelistrikan dan elektronik dan telekomunikasi," ulasnya.

Kemudian, paparnya, Indonesia memiliki hari guruh 100 hingga 200 hari tiap tahun. Itu artinya Indonesia memiliki potensi besar terjadi petir, untuk itu studi tentang petir harus dilanjutkan dan memperbanyak publikasi, penelitian serta kajian tentang petir.

"Saat ini stasiun petir Unand sedang mengembangkan suatu sistem yang menggunakan antena VHF dan mikrofon untuk dapat menemukan lokasi dan image petir 3 D," ... Baca halaman selanjutnya