Indonesia Tertinggal di 4.0, Guru Besar Unand Tawarkan Era Industri 5.0

"Dijelaskannya, masa ini (5.0) ada kehadiran robot diantara manusia, bahkan sebagian pekerjaan manusia dikerjakan robot"
Guru besar Universitas Andalas (Unand) Padang Prof. Dr. Ir. Rika Ampuh Hadiguna, IPM (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Diera revolusi ini saat ini atau yang lebih dikenal dengan industri 4.0 Indonesia masih belum mampu bersaing dengan negara lain. Indonesia masih jauh tertinggal.

Atas dasar itu Guru besar Universitas Andalas (Unand) Padang Prof. Dr. Ir. Rika Ampuh Hadiguna, IPM mencobanya menawarkan Industri 5.0.

Dijelaskannya, masa ini (5.0) ada kehadiran robot diantara manusia, bahkan sebagian pekerjaan manusia dikerjakan robot.

Namun, pada sisi lain, era ini lebih spesifik lagi, atau mengembalikan hubungan secara personal manusia. Bahkan dari segi industri, manusia bisa memesan barang secara spesifik face to face.

"Mulai dari merek, ukuran, bahan bahkan orang yang membuat tanpa harus ke pabrik. Betapa manjanya manusia pada masa era ini," ujarnya dalam orasi ilmiah bertema Teknologi Blockchin dan Big Data pada sistem Logistik Modern Menuju Era Industri 5.0, Selasa, 25 Juni 2019. 

Walaupun masih di awang - awang Industri 5.0 tantangan yang harus dihadapi Indonesia meskipun masih memulai era making Indonesia 4.0 yang diterapkan Kementerian Perindustrian.

Industri 5.0 akan ditandai dengan pengoperasian sistem super cerdas dari strorage, autonomous vehicle dan pesawat nirawak (drone).

"Personalisasi akan diwujudkan dalam lingkungan virtual," tukasnya. (*)