Sebanyak Sembilan WNA Tercatat Tinggal di Payakumbuh

"Dua WNA pemilik Kitas bekerja di pabrik pengolahan pinang di Payakumbuh dan tujuh WNA pemilik Kitab umumnya ikut istri atau suami"
Rapat koordinasi Tim Pora tingkat Kota Payakumbuh. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Sebanyak sembilan Warga Negara Asing (WNA) tercatat tinggal di Kota Payakumbuh. Dari jumlah tersebut, tujuh orang memiliki kartu izin tinggal tetap (Kitap) dan dua lainnya memegang izin tinggal terbatas (Kitas).

Data tersebut dipaparkan pada saat rapat koordinasi (Rakor) Tim Pengawasan Orang Asing (Tim Pora) tingkat Kota Payakumbuh di salah satu hotel di Kecamatan Payakumbuh Timur, Rabu (26/6).

"Dua WNA pemilik Kitas bekerja di pabrik pengolahan pinang di Payakumbuh dan tujuh WNA pemilik Kitab umumnya ikut istri atau suami," kata Kasi Intel Dakim Kantor Imigrasi Klas II Non TPI Agam, Denny Haryadi di dampingi Kasubsi Intelkim, Fajar Adiguna.

Khusus untuk dua WNA yang bekerja di pabrik pinang, pihak imigrasi menyebut bahwa warga Tiongkok tersebut tidak lagi bekerja di pabrik pengolahan pinang karena pabrik tersebut tidak lagi beroperasi.

"Sampai saat ini belum ada melapor ke kami, apakah masih di Indonesia atay bagaiamana karena memang izin tinggalnya masih berlaku," lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Klas II Non TPI Agam, Dani Cahyadi mengakui, dilihat dari segi jumlah, WNA yang terdapat di Kota Payakumbuh memang tidak banyak. Namun, hal itu tak membuat pihaknya menjadi abai.

Karena itu, ia meminta kepada jajaran Tim Pora tingkat Kota Payakumbuh untuk tetap waspada.

"Jajaran Tim Pora diharapkan bisa memberikan informasi apabila ada pelanggaran-pelanggaran yang mungkin dilakukan WNA. Kita di sini mengawasi," jelasnya.

Menurutnya, hal terpenting adalah keberadaan WNA harus memberikan dampak positif terhadap lingkungan sekitar.

"Jangan sampai keberadaan WNA itu menimbulkan kerugian dan justru tidak memberikan manfaat," pungkas Dani mengakhiri. (*)