Pilgub Sumbar 2020, Banyak Nama Mengapung, Tak Banyak yang Serius

"Menurut Edo, ada beberapa kriteria yang serius maju dan memberanikan diri. Pertama kepala daerah yang telah dua periode, punya basis daerah (darek dan rantau) dan partai serta modal yang cukup (pengusaha)"
Kantor Gubernur Sumbar (Rumah Bagonjong) (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )
ada.

Sehingga secara simultan program yang disusun akan bergerak bersama maka percepatan pembangunan daerah dapat dicapai.

"Menurut saya seorang gubernur itu harus memiliki visi dan misi pembangunan Sumbar 30 tahun ke depan. Kemudian seorang tokoh yang paham sistem good governance," ujar Najmuddin.

Najmuddin menambahkan, Sumbar saat ini tidak membutuhkan pemimpin one man one show. Karena karakter calon gubernur seperti ini, kata dia, tidak memiliki kepercayaan pada bawahan dan tidak terlepas dari wakilnya. Visi misi seluruh Paslon Gubernur/Wakil Gubernur Sumbar nanti tentu berorientasi kepada percepatan pembangunan.

"Namun percayalah berdasarkan amatan saya masyarakat cenderung melihat visi misi paslon  yang paling simple, namun menyentuh langsung terhadap kebutuhan masyarakat, karena masyarakat Sumbar sudah cukup bijak dalam memilih pemimpinnya," ungkap Najmuddin. (*)