Banyak Permasalahan di Kampus, Ratusan Mahasiswa STKIP PGRI Gelar Aksi

" mahasiswa membawa atribut berupa kertas bertuliskan 'Anak-anak dan keluarga tidak boleh memimpin yayasan PGRI' sebagai bentuk tuntutan mereka"
Aksi mahasiswa STKIP PGRI (KLIKPOSITIF/Halbert Caniago)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Ratusan mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Sumatera Barat melakukan aksi damai di kampusnya di kawasan Gunung Pangilun, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang pada Kamis 26 Juni 2019.

Aksi damai tersebut dilakukan sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB dengan meminta pihak kampus untuk menjadikan kampus keguruan tersebut sebagai Universitas. Fakhrul Ramadhan Fatan selaku Koordinator Lapangan mengatakan, dia dan teman-temannya melakukan aksi tersebut karena banyak permasalahan di kampusnya.

"Dalam aksi tadi kami mengajukan delapan tuntutan diantaranya pengembalian aset yayasan yang diklaim sebagai aset pribadi," ujarnya.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa atribut berupa kertas bertuliskan 'Anak-anak dan keluarga tidak boleh memimpin yayasan PGRI' sebagai bentuk tuntutan mereka. "Kami menuntut agar pendiri STKIP PGRI agar mengembalikan aset milik yayasan sebanyak Rp13 miliar," lanjutnya.

Delapan tuntutan yang mereka ajukan keseluruhan berhubungan dengan organisasi kampusnya yang saat ini dianggap kacau oleh mahasiswa. Menurutnya, tadi mereka telah melakukan pertemuan dengan pihak rektorat dan yayasan agar tuntutan mereka diajukan kepada pengurus PGRI pusat.

"Kami berharap tuntutan kami ini dikabulkan oleh pihak PGRI agar kampus ini bisa kembali memiliki marwah," tutupnya.

[Halbert Caniago]