Sudah Bulan ke 7, 133 Paket Proyek di Sumbar Belum Masuk Tahap Lelang

"Dari 133 paket pengadaan barang dan jasa yang belum masuk itu pagu anggarannya mencapai Rp129 miliar"
Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit meninjau pengerjaan salah satu bangunan di Kabupaten Padangpariaman (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - Hingga bulan ke tujuh ini masih terdapat 133 paket proyek di Sumatera Barat (Sumbar) belum masuk Unit Layanan Pengadaan (ULP). Paket tersebut berasal dari beberapa organisasi perangkat daerah (OPD), diantaranya Dinas Sosial dan Peternakan.

Dari 133 paket pengadaan barang dan jasa yang belum masuk itu pagu anggarannya mencapai Rp129 miliar.

"Iya, serapan anggaran kita belum maksimal, makanya hari ini kami rapat koordinasi dimana nyangkutnya kok bisa sampai tidak maksimal," ujar Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit usai Rapat Evaluasi Realisasi PJB (Pengadaan Barang Jasa) Tahun 2019 di Aula Kantor Gubernur, Selasa, 2 Juli 2019.

Dijelaskannya, paket tersebut terdiri dari pokir sehingga harus diselesaikan dulu secara administrasi termasuk dengan kabupaten dan kota. Dia mengaku sudah meminta Sekretaris Dewan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Kemudian juga diakui Nasrul Abit, hingga saat ini serapan fisik baru 27 persen dan keuangan 24 persen. Dari 550 paket tahun ini, 227 paket atau setara 41 persen masuk tahap tender, sudah tayang 136 paket (25 persen), belum tayang 54 paket (10 persen).

"Hasil rapat tadi kepala OPD sepakat harus menyelesaikan ini secepatnya agar serapan meningkat," katanya.

Mantan Bupati Pesisir Selatan ini meminta OPD melakukan pengawasan terhadap jalannya proyek yang ada agar hasil kerja kontraktor bagus dan tahan lama. Nasrul tidak mentolerir pihak yang melakukan korupsi bermain dalam jalannya proyek.

"Saya minta OPD mengawasi dengan baik sehingga hasil pembangunan di Sumbar bagus dan tahan lama," tukasnya. (*)