Penetapan Perolehan Kursi Calon Terpilih DPRD Payakumbuh Ditunda, Ini Alasannya

Rapat pleno terbuka penetapan perolehan kursi calon terpilih hasil Pemilu 2019 tingkat Kota Payakumbuh.
Rapat pleno terbuka penetapan perolehan kursi calon terpilih hasil Pemilu 2019 tingkat Kota Payakumbuh. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Payakumbuh harus menunda penetapan perolehan kursi calon terpilih hasil Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019 karena sampai sidang pleno terbuka digelar, Rabu (3/7) sore, KPU RI belum menerima Buku Registrasi Perkara Konstitusi (BRPK) dari Mahkamah Konstitusi (MK).

Ketua KPU Kota Payakumbuh, Haidi Mursal yang membuka sidang pleno terbuka tersebut mengatakan, sesuai dengan surat yang diturunkan KPU RI dengan nomor 867, pihaknya diperintahkan untuk melaksanakan pleno terbuka penetapan hasil Pemilu pada 2-4 Juli 2019.

Waktu penetapan tersebut khusus untuk KPU di daerah yang tidak memiliki Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU). Namun dengan belum adanya BRPK dari MK yang diterima KPU RI, maka rapat penetapan perolehan kursi calon terpilih harus ditunda.

Baca Juga

"Karena BPRK dari MK belum ada, maka KPU RI belum bisa menginstruksikan kepada KPU Provinsi ataupun kabupaten kota untuk melaksanakan rekap penetapan ini. Memang itu aturannya, selaku orang yang taat azas, aturan, dan regulasi tentu mesti kita ikuti apa yang diinstruksikan pimpinan kita (KPU RI)," katanya di GOR M Yamin, Kubu Godang, Kota Payakumbuh, Rabu (3/7).

Meski proses penetapan perolehan kursi calon terpilih ditunda, Haidi Mursal memastikan bahwa perolehan suara yang sebelumnya sudah ditetapkan untuk masing-masing calon tidak akan mengalami perubahan.

"Kepada para peserta kami pastikan bahwa perolehan suara yang sebelumnya sudah kita tetapkan beberapa waktu lalu tidak akan ada pengurangan ataupun penambahan untuk satu suara pun," tegasnya.
Sebelumnya, KPU Kota Payakumbuh memang sudah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) terkait penetapan rekapitulasi hasil penghitungan suara anggota DPRD Kota Payakumbuh.

Dari SK dengan Nomor: 140/HK.03.1-Kpt/1376/KPU-Kot/V/2019 itu diketahui, untuk 25 wakil rakyat Kota Payakumbuh periode 2019-2024 terdapat 15 incumbent terpilih kembali. Sedangkan 10 lainnya adalah wajah baru.

Wajah lama yang akan tetap bertahan adalah Yendri Bodra Dt Parmato Alam dan Maharnis Zul dari Golkar. Kemudian, Herry Iswandi Dt Rajo Muntiko Alam, Suparman dan Nasrul dari PKS. Selanjutnya, Wulan Denura, Mawi Etek Arianto dan Aprizal M dari Gerindra. Berikutnya, Ismet Harius dan Ahmad Ridha dari NasDem. Kemudian, Ahmad Zifal, Edward Df dan Alhduri dari PPP. Serta, Syafrizal (PBB), dan Yanuar Ghazali alias An Udo (PDIP).

Sedangkan 10 wajah baru yang berpeluang duduk di DPRD Payakumbuh 2019-2024 adalah Hamdi Agus (PKS), Sri Joko Purwanto (Demokrat), Mesrawati (PAN), Yernita (Gerindra) dan Zainir (PKB) dari Dapil 1 Payakumbuh Barat. Kemudian, Wirman Putra (Golkar), Armen Faindal (Demokrat) dan Mustafa (PKS) dari Dapil 2 Payakumbuh Utara dan Latina. Serta, Fahlevi Mazni (Demokrat) dan Opet Nawawi (PAN) di Dapil 3 Payakumbuh Timur dan Payakumbuh Selatan. (*)

Video

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com

Penulis: Taufik Hidayat