Pembangunan Masjid Raya Payakumbuh Terkendala Lahan, Pemko Cari Tiga Alternatif

"Tidak jadi di Pakan Sinayan, karena ada sejumlah warga yang tidak mau menjual tanahnya ke Pemko Payakumbuh"
Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh dipastikan harus kembali mencari lahan baru untuk lokasi pembangunan Masjid Raya. Tidak mulusnya upaya pembebasan lahan jadi penyebab utama.

Masjid yang rencananya akan dimanfaatkan sebagai pusat ibadah dan peradaban Islam sekaligus ikon Kota Payakumbuh itu awalnya direncanakan bakal dibangun di kawasan Tanahkareh, Pakan Sinayan, Koto Nan Ompek, Payakumbuh Barat.

"Tidak jadi di Pakan Sinayan, karena ada sejumlah warga yang tidak mau menjual tanahnya ke Pemko Payakumbuh," kata Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi mengungkapkan alasan batalnya rencana pembangunan Masjid Raya di lokasi tersebut, beberapa waktu lalu.

Berdasarkan data yang terdapat di kantor Camat Payakumbuh Barat, areal seluas 5 hektare itu dimiliki oleh 26 warga. Direncanakan, pada tahun 2019 ini, proses ganti-rugi sudah dapat direalisasikan. Namun adanya penolakan sejumlah warga membuat recana tersebut batal terlaksana.

Riza mengaku cukup menyayangkan adanya penolakan dari sejumlah warga tersebut. Karena pada awalnya niniak mamak dan tokoh masyarakat setempat sudah sepakat dengan pembangunan Masjid Raya.

"Kalau sudah begini, tentu kami sebagai pemerintah daerah tidak bisa memaksakan," lanjut Riza.

Mantan senator Sumbar di DPD RI itu menambahkan, untuk saat ini pihaknya tengah mengkaji lahan alternatif masjid yang rencananya akan mulai pengerjaannya pada tahun depan itu.

"Ada beberapa pilihan antara lain lahan di bekas Kantor Dinas Pertanian kawasan Simpang Benteng, Gelanggang Kubu Gadang atau lahan di sekitar jalan By Pass," katanya. (*)