PPDB Online SMA Dibuka, Sekolah Favorit Terima Sesuai Juknis

Ilustrasi/KLIKPOSITIF
Ilustrasi/KLIKPOSITIF (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB ) online tingkat SMA/SMK di Sumbar resmi dibuka Kamis (4/7) hingga Sabtu (6/7). Meski penerimaan peserta didik baru kali ini menerapkan sistem zonasi, namun banyak orangtua dan calon peserta didik baru mengincar sekolah favorit. 

Seperti di SMA Negeri 3 Padang dan SMA Negeri 1 Padang. Kedua sekolah ini dinyatakan terbaik se Kota Padang, tak heran jika sekolah favorit ini menjadi incaran orangtua murid.

baca juga: Pemko Pariaman Luncurkan SIPINTAR di Tengah Pandemi COVID-19

Menyikapi hal itu, Kasubag Humas SMA Negeri 3 Padang, Ifna Sukmi mengatakan, pihaknya memastikan akan mengikuti aturan PPDB online sesuai dengan petunjuk teknis yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Sumbar. PPDB tahun ini dilakukan secara online dengan sistem zonasi sebesar 80 persen.

"Kita sesuai dengan Pergub nomor 18 tahun 2018, kemudian ada revisi sedikit kemarin tanggal 3 Juni bahwasanya untuk jalur zonasi yang 80 persen itu ditambah untuk luar zona dan luar provinsi sebanyak 4 persen, serta luar zona dalam provinsi sebanyak 6 persen," jelasnya, Jumat, 5 Juli 2019.

baca juga: Ketua UPP Sijunjung : Proses PPDB Jalur Zonasi Sudah Sesuai Permendikbud

Ifna menyebutkan, berdasarkan rekap pelamar SMA Negeri 3 Padang di PPDB online pada hari pertama, Kamis (4/7) pukul 11.10 WIB, telah terdaftar 240 pelamar yang bersaing untuk memperebutkan 288 kursi dengan 9 rombongan belajar (rombel) pada sistem zonasi PPDB online ini. Pendaftaran dibuka pukul 08.00 WIB sampai 15.00 WIB.

"Total yang sudah kita terima di jalur PPDB offline melalui jalur tahfizh, prestasi dan perpindahan orangtau kemarin sebanyak 23 siswa, yang tinggal kelas ada 7 orang. Artinya, masih ada tersisa 258 kursi lagi untuk pendaftaran online," ujar Ifna.

baca juga: Ombudsman Minta Disdik Padang Buka Pendaftaran Lagi

Ifna juga menyarankan kepada orangtua calon peserta didik yang ingin mendaftarkan anaknya ke sekolah perlu menyesuaikan nilai rata-ratanya dengan kapasitas sekolah yang dituju. Pasalnya, khusus di kota Padang ada sebanyak 16 SMA Negeri dengan daya tampung sekitar 1.426 orang sehingga masih ada peluang anak-anak mereka diterima di sekolah negeri.

"Yang online ini kita kan boleh memilih tiga SMA jadi disarankan kepada orangtua sesuaikanlah dengan nilai nem anak kita. Di kota Padang SMA Negeri ada 16 dengan daya tampung 1.426. Jadi yang 1.426 pada batas terakhir nemnya 24. Maka kita harapkan di atas nem 24 anak-anak kita bisa diterima di sekolah negeri," ujar Ifna.

baca juga: PPDB Tingkat SMP di Kota Padang Sisakan 403 Bangku Kosong

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Padang, Nukman mengatakan, hari pertama PPDB online ada tiga pilihan terdiri dari, jalur dalam zonasi (Kota Padang), luar zonasi tapi masih lingkup wilayah Sumbar, dan luar zonasi (luar provinsi Sumbar).

(Untuk luar zonasi dalam Sumbar kita menerima maksimal 6 persen, luar zonasi luar Sumbar sekitar 4 persen. Untuk luar zonasi luar Sumbar nilai harus lebih tinggi dari luar zonasi dalam provinsi Sumbar. Kemudian luar zonasi dalam provinsi Sumbar minimal nilainya sama dengan jalur dalam zonasi (Kota Padang)," jelas Nukman.

Nukman memandang, sejumlah orangtua antusias untuk mendaftarkan anaknya di SMA Negeri 1 Padang. Dalam melayani orang tua ini, pihaknya membuka 4 loket. Loket pertama terkait layanan informasi, loket kedua untuk mengambilan formulir, loket ketiga penyerahan formulir khusus perempuan, dan loket keempat berisi tentang pengembalian formulir untuk laki-laki.

"Kami buka pendaftaran mulai pukul 08.00 WIB sampai jam 3 sore. Memang tadi pagi sempat ada sedikit antrian karena orangtua sudah mulai datang dari jam 6 pagi tapi kami kan bukanya baru jam 8 pagi. Tapi sekarang kan sudah tidak ada antrian lagi," tukasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Barat Adib Alfikri menyampaikan, sistem zonasi bertujuan menghilangkan paradigma sekolah favorit agar terjadi kesetaraan kualitas pendidikan.

Bahkan, Adib berencana akan melebur guru yang ada di sekolah favorit saat ini ke sekolah lain di Sumbar. "Nanti tidak ada lagi sekolah favorit, semua sama," ujarnya. (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir