Kwarcab Pramuka Sawahlunto Ajak Generasi Muda Mengenal Kota Tua

Peserta Jelajah Kota Pusaka Bersejarah di Depan Situs Lubang Tambang Mbah Soero
Peserta Jelajah Kota Pusaka Bersejarah di Depan Situs Lubang Tambang Mbah Soero (Muhammad Haikal/Klikpositif)

SAWAHLUNTO , KLIKPOSITIF -- Kenalkan kawasan kota tua ke generasi muda, serta mendukung Sawahlunto sebagai kota warisan dunia versi United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka 011 Kota Sawahlunto menggelar Jelajah Kota Pusaka Bersejarah.

Sesuai dengan namanya, para Pramuka Penegak dari gugus depan se SMA Kota Sawahlunto , melintasi kawasan bersejarah peninggalan kolonial Belanda di 'Kota Arang' ini, yakni Museum Goedang Ransoem, Museum Situ Lubang Mbah Soero, Museum Kereta Api. Serta Masjid Nurul Islam, Museum Alat Musik, Museum Kayu dan Etnografi dan berakhir di Lapangan Segitiga PT. Bukit Asam Unit Pertambangan Ombilin.

baca juga: 1.600 Sampel Swab Diambil Untuk Pastikan Sawahlunto Bebas COVID-19

Wakil Ketua Kwarcab 011 Kota Sawahlunto Tumpak Abdurrahman mengatakan, kegiatan ini digagas atas kerjasama dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumbar.

"Rute yang dilewati sesuai dengan arahan, tanda, isyarat dan sandi yang diberikan oleh panitia untuk menelusuri bagian-bagian kota tua," katanya di Sawahlunto , Minggu 7 Juli 2019.

baca juga: Pertahankan Nol Kasus COVID-19, Pemko Sawahlunto Usulkan 500 Sampel Swab Untuk Dites

Sementara itu, Sekretaris Kwarcab Gerakan Pramuka 011 Kota Sawahlunto , Ritu Karianto menambahkan, kegiatan Jelajah Kota Pusaka Bersejarah sudah 11 kali digelar.

Kegiatan ini, lanjutnya, merupakan salah satu upaya publikasi Sawahlunto sebagai kota warisan dunia, yang harus didukung penuh oleh masyarakat sehingga proses pelestarian memberikan efek kepada masyarakat, khususnya pelajar dan generasi muda.

baca juga: Melihat Tanah Kelahiran Pahlawan Nasional Mohammad Yamin di Talawi Sawahlunto

"Untuk Jelajah Kota Pusaka Bersejarah ini sudah menjadi agenda tahunan kita untuk memperingati hari Bapak Pandu sedunia atau Lord Boden Powel Daya," ujarnya.

Ritu menambahkan, selain kegiatan Jelajah Kota Pusaka juga digelar beberapa kegiatan seperti mewarnai cagar budaya tingkat Taman Kanak-kanak/Pendidikan Anak Usia Dini (TK/PAUD) dan pelatihan kerajinan tangan dari bahan batubara.

baca juga: 665 KK di Sawahlunto Terima Rp1,2 Juta dari JPS Pemprov Sumbar

Seperti yang diberitakan KLIKPOSITIF sebelumnya, Situs Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan dunia dalam Sidang World Heritage Comitte di Baku Azerbaijan pada Sabtu 6 Juli 2019.(*)

Penulis: Muhammad Haikal