Satpol PP Giat Razia, Wako Payakumbuh Ingatkan Hal Ini

"Mau warga Payakumbuh atau warga luar Payakumbuh, perlakuannya sama. Kalau melanggar ya ditindak"
Salah satu razia pekat yang dilakukan Satpol PP Payakumbuh. (Ist)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Maraknya razia penyakit masyarakat (pekat) yang belakangan ini dilakukan Satuan Polisi Pamong Paraja (Satpol PP) Kota Payakumbuh disebut Riza Falepi sebagai salah satu upaya pihaknya dalam menjaga komitmen untuk menjadikan Kota Randang itu sebagai daerah bebas pekat.

Hal itu sesuai dengan beberapa poin yang sempat digaungkan pada deklarasi pekat yang dilaksanakan November tahun lalu.

"Kami memang instruksikan Satpol PP gencar melakukan operasi penertiban terhadap pelanggar Perda. Deklarasi anti Pekat yang dulu kita dengungkan harus dijaga. Jangan hanya jadi slogan saja, tapi harus konkrit, tentunya bersama dengan masyarakat juga," kata Riza Falepi, Selasa (9/7).

Seperti diketahui, minggu lalu Satpol PP Kota Payakumbuh melakukan dua kali aksi penertiban pekat. Kamis (4/7) sore sebanyak 20 remaja diamankan di Pasar Padang Kaduduak, Kecamatan Payakumbuh. Selanjutnya, Minggu (7/7) dini hari, tiga orang remaja pria kembali diamankan di Pakan Sinanyan, Kecamatan Payakumbuh Barat.

Para pelaku yang diamankan tersebut tidak hanya berasal dari Kota Payakumbuh tapi beberapa diantaranya juga merupakan warga daerah lain.

Terkait kondisi itu, Riza Falepi mengingatkan jajarannya untuk tidak membeda-bedakan pelaku pekat. Siapapun yang melanggar aturan di wilayah Kota Payakumbuh akan ditindak tanpa pandang bulu.

"Mau warga Payakumbuh atau warga luar Payakumbuh, perlakuannya sama. Kalau melanggar ya ditindak," tegasnya.

Senada dengan itu, Kasatpol PP Kota Payakumbuh Devitra menyebut, pihaknya cukup rutin melakukan penertiban setiap Sabtu malam sampai Minggu dini hari.

"Kami juga menindaklanjuti setiap laporan warga terkait adanya kegiatan yang dinilai meresahkan. Ini memang sesuai dengan instruksi wali kota yang ingin memastikan Payakumbuh bebas dari pekat," jelasnya. (*)