Sebanyak 8 SMPN di Kota Payakumbuh Kekurangan Siswa Baru

"Laporan terakhir yang kami terima Sabtu (6/7) lalu, baru SMPN 1 dan SMPN 4 yang kuota siswa untuk tahun ajaran baru terpenuhi. Sedangkan delapan lainnya, ada yang kurang satu lokal dan setengah lokal"
Ilustrasi PPDB di Payakumbuh. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF – Sebanyak delapan dari total 10 Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) yang terdapat di Kota Payakumbuh tak dapat memenuhi kuota siswa untuk tahun ajaran baru.

"Laporan terakhir yang kami terima Sabtu (6/7) lalu, baru SMPN 1 dan SMPN 4 yang kuota siswa untuk tahun ajaran baru terpenuhi. Sedangkan delapan lainnya, ada yang kurang satu lokal dan setengah lokal," kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Payakumbuh, Agustion, Senin (8/7) kemarin.

Menurut Agustion, cukup banyaknya kekurangan siswa di beberapa sekolah itu dikarenakan tamatan Sekolah Dasar/Madrasah ibtidaiyah (SD/MI) di daerah tersebut lebih sedikit dibandingkan kuota siswa yang tersedia di SMPN.

"Tamatan SD/MI di Payakumbuh itu sebanyak 2.900 sedangkan kuota SMPN kita ada 3.200 kursi. Jadi daya tampung memang lebih banyak ketimbang tamatan SD/MI," terangnya.

Kendala lain yang membuat SMPN di Kota Payakumbuh tak mampu memenuhi kuota siswa baru adalah cukup banyaknya Madrasah Tsanawiah (MTs) ataupun SMP swasta di daerah tersebut.

"Jadi MTs dan sekolah swasta itu memang terlebih dahulu melakukan penerimaan. Apabila ada anak kita yang memilih sekolah di MTs ataupun sekolah swasta maka kuota untuk SMPN dipastikan bakal lebih banyak kurangnya," lanjut Agustion.

Diakuinya, untuk beberapa SMPN yang terletak di pinggiran kota dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Limapuluh Kota, pihaknya tetap menerima beberapa siswa yang KTP orangtuanya di luar daerah.

"Pertimbangannya, sekolah kami adalah yang paling dekat dengan rumah siswa tersebut. Itu salah satu kebijakan kami dalam menjalankan sistem zonasi untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Tapi sampai sejauh ini memang belum ada komplen dari Kabupaten Limapuluh Kota, kalau nanti ada komplen tentu akan kami pikirkan kebijakan baru," pungkasnya kemudian. (*)