Chusnul Mar'iyah: Politisi Dekat-dekatlah pada Rumah Ibadah

"Kekuatan agama itu harus dijadikan kekuatan membangun bangsa. Dia akan mempengaruhi moral, akhlak, etika berpolitik, itu yang penting sekali, karena itu saya sering ingatkan praktisi politik untuk dekat-dekatlah pada rumah ibadah, rumah ibadah apapun, karena dari sanalah isi praktik-praktik moral"
Pengamat politik Chusnul Mar'iyah (Youtube/ILC)

KLIKPOSITIF -- Pengamat politik Chusnul Mar'iyah, yang menjadi salah satu pembicara pada Indonesia Lawyers Club (ILC) di TVOne, Selasa (8/7/2019) malam tadi, mengingatkan para politisi agar jangan menjadikan agama sebagai kambing hitam dalam melihat persoalan politik.

"Agama itu identitas yang melekat dan hak azasi manusia, tak apa, Jadikan agama sebagai kekuatan dalam membangun bangsa kita. Di amerika, juga ada pendukung protestan, katolik, itu biasa saja, itu hak yang melekat," kata dia.

"Kekuatan agama itu harus dijadikan kekuatan membangun bangsa. Dia akan mempengaruhi moral, akhlak, etika berpolitik, itu yang penting sekali, karena itu saya sering ingatkan politisi untuk dekat-dekatlah pada rumah ibadah, rumah ibadah apapun, karena dari sanalah isi praktik-praktik moral dalam berpolitik itu sendiri," sebutnya.

Fungsi pemilu yang minimal adalah membentuk pemerintahan dengan menempatkan kader-kadernya. Katanya sudah bekerja keras, berkeringat-keringat.

Disamping itu, juga ada Fungsi maksimal dari pemilu yang substantif adalah bagaimana menjadikan kekuasaan sebagai instrumen untuk memilih orang-orang yang berbakat untuk mengelola negara sekaligus instrumen untuk mnyingkirkan orang-orang jahat dan tidak berbakat untuk mengelola negara.
Itulah fungsi partai, mau di oposisi atau dipemerintahan. karena itulah, jangan lupa baca konstitusi, apa munajat pendirian negara ini.

Selain itu, iya juga menyinggung politisi yang terus mengggiring rekonsiliasi Jokowi-Prabowo sebagai bentuk sikap tidak percaya diri.

Dikatakan dia, bila sudah diputuskan dan dimenangkan oleh MK, diputuskan dan dimenangkan oleh KPU, harusnya percaya diri untuk membentuk pemerintahan.

"Jadi tidak perlulah bingung, kenapa harus ngocok-ngocokin 02 untuk bertemu, gak perlu...percaya dirilah...," ungkap Ilmuan Politik Universitas Indonesia itu

Di dalam sistem politik, disebutkan Chusnul ''Anda ikut pemilu, anda ... Baca halaman selanjutnya