Ditetapkan Jadi World Heritage, Pakar Arkeologi : Museum di Sawahlunto Wajib Berbenah

"Pembenahan museum menjadi hal yang wajib. Saat ini museum yang menarik itu tidak hanya bicara masa lalu, tetapi juga mampu mengadaptasi teknologi modern, punya edukasi lingkungan"
Museum Gordang Ramsoem di Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Lembah Segar, Kota Sawahlunto (Muhammad Haikal/Klikpositif)

SAWAHLUNTO, KLIKPOSITIF -- Pakar Arkeologi Universitas Indonesia (UI) Kresno Yulianto mengatakan, dengan ditetapkannya Tambang Batu Bara Ombilin sebagai warisan budaya dunia versi UNESCO, museum-museum yang ada wajib membenahi diri.

Menurutnya, museum tersebut harus memperkaya koleksi beserta cerita sejarah dibaliknya, karena saat ini banyak koleksi bersejarah yang minim dalam penyajian cerita.

"Pembenahan museum menjadi hal yang wajib. Saat ini museum yang menarik itu tidak hanya bicara masa lalu, tetapi juga mampu mengadaptasi teknologi modern, punya edukasi lingkungan," katanya saat dialog dengan pengelola museum di Museum Gudang Ransum Sawahlunto, Rabu 10 Juli 2019.

Selain itu, sambung Kresno, museum hendaknya melakukan kegiatan yang merangkul komunitas serta mampu mempengaruhi masyarakat agar bangga dengan identitasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Permeseuman, Dinas Kebudayaan, Permeseuman dan Peninggalan Bersejarah Kota Sawahlunto Risnawati mengatakan, menghadirkan pakar arkeologi tersebut salah tindak lanjut kerjasama Pemerintah Kota (Pemko) Sawahlunto dengan UI.

Dengan begitu, lanjutnya, pengelola museum dapat menggali ilmu untuk peningkatan kualitas museum. "Diharapkan dengan bertukar pikiran dan informasi pengelola museum dapat menerapkannya dan dapat meningkatkan jumlah pengunjung yang datang," ujarnya.

Risnawati melanjutkan, dalam waktu dekat pihaknya juga akan melakukan sosialisasi ke Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama untuk membangun kebanggaan generasi akan sejarah dan identitas Sawahlunto.(*)