Pembangunan Pasar di Pessel, Tidak Seluruhnya Melalui Musrenbang

"Tahun 2020, Pessel akan fokus dengan pelatihan ketatabogaan"
Kondisi pasar yang di bangunan Pemkab Pessel tetapi ditinggal pedagang (KLIKPOSITIF/Kiki Julnasri)

PESSEL, KLIKPOSITIF -- Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat mengaku, sebagian besar pembangunan pasar yang dibangun tidak melalui musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang).

Hal itu diakui Sekretaris Daerah (Sekda) Pesisir Selatan, Erizon. Menurutnya soal berbeda pendapat dalam pembangunan pasar merupakan hal yang biasa. Sebab, pihaknya yakin dengan pembangunan pasar yang dibangun untuk membuat daerah lebih berpacu.

"Sebagiannya memang tidak berdasarkan permintaan melalui musrenbang. Namun, pembangunan itu dilakukan untuk membuat daerah lebih berpacu," ungkapnya kepada KLIKPOSITIF, Kamis 11 Juli 2019.

Ia menjelaskan, setidaknya sejak tiga tahun terakhir Pemkab Pessel telah merealisasikan proses pembangunan 26 pasar, diantaranya sudah ada yang mulai dan lainnya masih banyak proses.

"Baru berapa yang siap. Datanya juga saya kurang tau," terangnya.

Ia menerangkan, adanya upaya pemerintah daerah saat untuk merevitalisasi pasar merupakan salah meningkatkan investasi. Sebab, diyakin dengan siapnya infrastruktur pasar akan meningkatkan gairah sektor ekonomi masyarakat.

"Sedangkan sektor produktif itu, harus digerakkan orang-orang produktif, dan sudah kita lakukan," ujarnya.

Lanjutnya, secara stimulan untuk meningkatkan kreatifitas masyarakat dan generasi muda dinataranya dengan memberikan pelatihan angkatan kerja. Sedangkan, sebagai modal pemerintah akan gandeng perbankan untuk pemberian kredit usaha.

"Tahun 2020, kita akan fokus dengan pelatihan ketatabogaan. Karena pertumbuhan industri makanan tengah marak. Jadi, ini prospek kita ke depan, selain adanya dorongan infrastruktur," tutupnya.

[Kiki Julnasri]