Pemetaan Target Wisatawan TdS 2019

"Jadi harus jelas target TdS wisatawan dari mana dan seperti apa"
Pembalap TdS memasuki garis finish (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - Mamasuki tahun kesebelas pelaksanaan event Tour de Singkarak sudah seharusnya pemerintah mengevaluasi dan memikirkan ke depan wisatawan yang jadi target dari TdS.

Menurutnya Pakar Pariwisata Universitas Andalas Sari Lenggogeni, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Pariwisata sudah harus melakukan pemetaan target turis mana yang mau dan kepincut ke Sumbar karena TdS.

Berkaca pada event lain di luar negeri seperti Tour de France, seharus TdS mampu menjadi atraksi bagi wisatawan potensial atau wisatawan yang sedang berada di Sumbar. Maka harus didudukan pemetaannya.

"Jadi harus jelas target TdS wisatawan dari mana dan seperti apa. Market yang berminat melihat spot event ini dari mana," ujarnya kepada KLIKPOSITIF, Jumat, 12 Juli 2019.

Secara waktu, Dinas Pariwisata dan penyelanggara harus bisa matetakan masa libur disetiap daerah sasaran yang akan digait wisatawannya.

Contohnya liburan di Arab dari Juni sampai Desember, mereka liburan dan sedang ramai di Kuala Lumpur, maka harus dilakukan promosi titik-titik kumpul wisatawan sedang ramai tersebut bisa dengan memasang billboard atau kerjasama dengan agen travel disana.

"Waktu pelaksanaan harus diperhatikan. Sebab waktu kunjungan wisatawan berbeda, contohnya Australia liburnya akhir tahun. Apakah itu yang akan direbut. Jadi tidak sia sia, mereka juga tahu ternyata di Sumbar ada TdS dengan konsep sports tourism," jelasnya.

Lenggogeni menegaskan, pembalap dalam ajang TdS tidak bisa dikategorikan wisatawan, mereka murni berkompetisi. Altet sepeda hanya pelaku atraksi dan mereka dibiayai.

"Sasarannya orang yang menonton, wisatawannya sudah terpetakan, mereka datang, nginap dan belanja saat atraksi dimulai. Seharusnya tahun ini masyarakat menerima hasil dari TdS dan berpengaruh kepada penerimaan devisa," terangnya. (*)