Harga Dua Komiditi Ini Terus Anjlok di Pessel

"Sangat sulit kalau tetap bertahan di harga Rp12 ribu ini. Belum kebutuhan perawatan, upah kerja. Untuk makan saja sangat sulit, kalau hanya diharga itu"
(KLIKPOSITIF/ Kiki Julnasri)

PESSEL, KLIKPOSITIF -- Anjloknya harga gambir kering dan tanda buah segar (TBS) sawit di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat tampak harus jadi perhatian. Sebab, kian hari harga dua komoditi ini terus turun dan turun, jauh dari harapan petani.

Menurut keterangan petani, harga gambir di Pesisir Selatan terus turun. Yang sebelumnya, masih diharga Rp 18 ribu, belakangan ini tambah anjlok pada harga Rp12 ribu perkilogramnya.

Sementara, harga komoditi tadan buah segar (TBS) Sawit di Kabupaten Pesisir saat ini tetap anjlok mencapai Rp400 hingga Rp500 per-kilogram sejak pasca lebaran lalu. Harga ini, turun dari Rp700 per-kilogram.

"Baru tiga hari ini, kami sangat kecewa harganya terus saja turun. Semantara, kebutuhan hidup terus tinggi," ungkap Imul (27) seorang petani gambir di Kecamatan Sutera-Pessel kepada KLIKPOSITIF, Sabtu 13 Juli 2019.

Ia menjelaskan, jatuhnya harga gambir kering turun Rp12 ribu perkilogram saat ini, sangat membuat petani dilemah. Kenapa, tidak. Saat harga Rp18 ribu perkilogram saja, petani sulit mengedalikan ekonomi. Sebab, diakui sehari kurang dari Rp50 ribu perhari.

"Sangat sulit kalau tetap bertahan di harga Rp12 ribu ini. Belum kebutuhan perawatan, upah kerja. Untuk makan saja sangat sulit, kalau hanya diharga itu," terangnya.

Hari ini penatian petani gambir di Pessel, tanpa hanya sebuah harapan. Sebab, sampai saat ini dua komoditi belum ada solusi dari pemerintah daerah.

"Kalau sebagai petani kami tentu hanya punya harapan pada pemerintah. Kalau, masalah yang lain kami hanya petani. Tentu pemerintah lebih tahu dengan kebijakannya," ujarnya.

Senada dengan Imul, Harlan, petani sawit berharap Pemkab bisa mencarikan solusi yang tepat, apalagi turun naiknya harga TBS hampir belum ada solusi.

"Kalau bisa ada standarnya, biar kami (petani) bisa sedikit legah. Karena sejauh ini harganya terus ditekan," tutupnya.

Jatuhnya harga dua komoditi ini, ... Baca halaman selanjutnya