Dua CJH Asal Bukittinggi dan Sawahlunto Batal Berangkat, Satu Meninggal Dunia

"satu CJH dari Bukittinggi batal berangkat karena meninggal dunia dan satu lagi dari Sawahlunto diundur ke kloter lain karena sakit"
Wagub Nasrul Abit bersama CJH termuda di Kloter IX (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - Dua Calon Jamaah Haji (CJH) haji kloter haji IX Embarkasi Padang asal Bukittinggi dan Sawahlunto batal berangkat.

Kepala Kantor Agama Wilayah Perwakilan Sumatera Barat (Kakanwil Kemenag Sumbar) Hendri menyampaikan, satu CJH dari Bukittinggi batal berangkat karena meninggal dunia dan satu lagi dari Sawahlunto diundur ke kloter lain karena sakit.

"Satu sakit akan diberangkatkan bersama kloter lain setelah CJH sembuh dan layak diberangkatkan," ujarnya, Sabtu Malam, (13/7).

Dijelaskannya, Kloter IX terdiri dari dua daerah, dengan rincian dari bukittinggi sebanyak 271 orang, Sawahlunto 68 orang, dan Padang 45 orang.

Kloter IX ini akan diberangkatkan pagi ini (Minggu, 14/7/2019) pukul 09.35 WIB dengan GA 3502, dan sampai di Madinah pada pukul 13.50 WIB waktu setempat," katanya.

Diterangkan Hendri, calon jamaah haji termuda di kloter IX ini berasal dari Bukittinggi atas nama Anisa Suci dengan umur 21 tahun. Sedangkan yang tertua berasal dari Bukittinggi juga atas nama Tertua Jamarun Salam Lukok dengan umur 89 tahun.

Dilanjutkan, hingga saat ini jumlah calon jamaah haji beserta petugas yang sudah berada di Arab Saudi sebanyak 3.126 orang, yang sudah berangkat dari kloter I sampai VIII.

Sementara itu Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit menyampaikan beberapa pesan kepada pada calon jamaah haji. Dia menekankan beberapa hal.

Pesan pertama yang disampaikan nya selama disana agar menjaga kekompakan, saling mengingatkan dan saling tunggu. Selain itu juga perhatikan apa-apa yang disampaikan oleh para pendamping.

"Jangan takabur dan sombong disana, karena hal itu akan merugikan diri sendiri," ucapnya.

Wagub juga berpesan untuk selalu menjaga kesehatan selama beribadah, jangan sampai karena faktor kesehatan bisa mengganggu proses pelaksanaan ibadah.

"Jadwal dan menu makanan sudah diatur oleh panitia atau pendamping, jadi tinggal diikuti saja," ... Baca halaman selanjutnya