Warga Tungkal Pariaman Blokir Jalan Tempat Pembuangan Sampah Kerena Hal Ini

"Lima tuntutan kami, yaitu air bersih, kesehatan kusus, kesejahteraan pekerja sampah di lokasi, alat untuk pengelola sampah dan dana kompensasi"
Truk pengangkut sampah yang tertahan kerena akses di blokir warga (KLIKPOSITIF/ Rahesa)

PARIAMAN, KLIKPOSITIF -- Puluhan warga Desa Tungkal, Kota Pariaman kembali melakukan pemblokiran jalan menuju tempat pembuangan sampah di desa tersebut, mereka merasa tidak diperhatikan pemerintahan setempat. Bahkan puluhan warga terjangkit penyakit kulit.

Di lokasi, Edi Zulhelmi, Kepala Dusun Desa Tungkal, mewakili puluhan warga untuk mengutarakan tuntutan mereka. Mereka menutut pemerintah untuk memberikan solusi terkait dampak sampah yang tak terkelola.

"Lima tuntutan kami, yaitu air bersih, kesehatan kusus, kesejahteraan pekerja sampah di lokasi, alat untuk pengelola sampah dan dana kompensasi," kata Edi, Senin 15 Juli 2019.

Lebih lanjut dikeluhkannya, puluhan warga sekitar kususnya para petani sudah mengalami penyakit kulit, gatal-gatal seluruh tubuh.

"Banyak dampak buruk yang kami rasakan sekarang akibat sampah yang tak terkelola ini. Puluhan warga gatal-gatal, air bersih susah kami dapatkan, terlebih udara bau sangat mengganggu, " jelas Edi.

Cuma itu yang kami inginkan, kata Edi lagi, namun hingga sekarang tidak ada tanggapan dari Pemko setempat. "Pemerintah anggap kami main-main. Tolonglah, Bapak-bapak kami di "atas", tolong perhatikan kami, " sebut Edi dengan mata berkaca.

Sementara itu, setelah memantau ke lokasi demo warga tersebut, KLIKPOSITIF menuju kantor DLH Pariaman. Di kantor DLH itu tidak ditemukan pihak terkait.

Sebelumnya, seperti diberitakan pada Kamis (11/7), Pihak Dinas Perkim dan Lingkungan Hidup Kota Pariaman, Kabid Kebersihan dan Pertamanan, Risman ketika dihubungi, membenarkan tumpukan sampah di TPST Durian Gadang makin banyak volumenya dan belum terolah karena alat exavatornya rusak.

"Kalau peralatan itu tidak rusak, sampah tentu terolah dengan baik, ada yang dijadikan kompos dan sampah unorganik di pungut pemulung," kata Risman.

Lebih lanjut dikatakannya, bahwa lokasi TPST memang hampir penuh, jadi perlu lahan.

"Jadi persoalan tumpukan ... Baca halaman selanjutnya