Diduga Jual Miras Oplosan, Wanita Pemilik Toko Minuman Ini Jadi Tersangka

Polda Sumbar melakukan pemeriksaan terhadap TS, pemilik toko yang diduga menjual miras oplosan di Jalan Niaga, Padang.
Polda Sumbar melakukan pemeriksaan terhadap TS, pemilik toko yang diduga menjual miras oplosan di Jalan Niaga, Padang. (istimewa)

PADANG , KLIKPOSITIF -- Seorang pemilik toko minuman beralkohol di kawasan Pondok ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pengoplosan minuman beralkohol. Pemilik toko berinisial TS (51) ini ditetapkan sebagai tersangka pada pekan pertama Juli 2019 setelah petugas melakukan pemeriksaan.

"Dia sudah tersangka . Sudah dilakukan juga gelar perkara sebelum status tersangkanya ditetapkan. Tapi, belum ditahan," ujar Direktur Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sumbar , Kombes Pol Juda Nusa Putra.

baca juga: Operasi Ketupat Diperpanjang, Ini Penjelasan Polda Sumbar

Menurutnya, kasus yang disangkakan kepada TS adalah membuka kemasan akhir pangan, dalam hal ini minuman beralkohol. Minuman beralkohol itu dicampur tanpa memiliki keahlian di bidang tersebut. "Minuman beralkohol yang sudah dicampur itu diperdagangkan dan dapat membahayakan konsumen yang membeli dan meminumnya," lanjutnya.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar menggerebek toko di jalan Niaga No. 183, Kelurahan Kampung Pondok, Kecamatan Padang Barat pada Selasa (21/5) lalu. Toko itu digerebek karena diduga menjual minuman beralkohol oplosan tanpa izin edar.

baca juga: Warga Tiku Positif COVID-19 Tanpa Gejala Sempat Shalat Ied di Masjid, 58 Orang Tes Swab

Saat penggerebekan, polisi menyita 130 botol minuman beralkohol berbagai merek tanpa izin, 70 botol kosong, satu bungkus minuman oplosan beralkohol, empat pak plastik bening cap singa lait, empat pak plastik hitam dan lima pak sedotan merek plastisindo.

"Di toko itu ditemukan dugaan tindak pidana memperdagangkan minuman beralkohol tanpa izin edar dengan cara membuka kemasan akhir minuman beralkohol, lalu dicampur dengan minuman jenis lain. Dikemas ulang menggunakan plastik bening, dan diperdagangkan kembali," kata Juda ketika itu.

baca juga: Polda Sumbar: Idul Fitri 1441 H di Sumbar Aman dan Kondusif

[Halbert Caniago]

Penulis: Agusmanto