Penyelerasan Pembangunan dan Pelestarian Cagar Budaya Jadi Tantangan World Heritage Sawahlunto

"Hal semacam inilah yang nantinya rentan terjadi kesalahpahaman, jika tidak sedari awal semuanya satu pandangan, satu visi, satu pengertian tentang pelestarian world heritage ini. Maka itu, saya sarankan Pemko dapat memperbanyak inventarisir kawasan bangunan dan benda cagar budaya itu"
Bangunan PT. Bukit Asam di Sawahlunto (Muhammad Haikal/Klikpositif)

SAWAHLUNTO, KLIKPOSITIF -- Pakar Arkeologi Universitas Indonesia (UI) Cecep Eka Permana mengatakan, tantangan yang dihadapi Sawahlunto dalam menjaga cagar budaya warisan dunia kedepannya, bagaimana menyelaraskan antara pembangunan dan tata kota dengan pelestarian cagar budaya tersebut.

Pembangunan dan tata kota, lanjutnya, harus berjalan karena menyangkut perkembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Sementara, situs di kawasan Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto (OCMHS) harus dilestarikan dan dijaga keasliannya.

Menurutnya, bisa jadi untuk pembangunan fisik di kawasan OCMHS harus dengan penyesuaian yang melewati banyak pertimbangan atau diperbolehkan sama sekali.

"Hal semacam inilah yang nantinya rentan terjadi kesalahpahaman, jika tidak sedari awal semuanya satu pandangan, satu visi, satu pengertian tentang pelestarian world heritage ini. Maka itu, saya sarankan Pemko dapat memperbanyak inventarisir kawasan bangunan dan benda cagar budaya itu," katanya di Balaikota Sawahlunto, Senin 15 Juli 2019.

"Serta meningkatkan sosialisasi pada masyarakat, sebab partisipasi masyarakat sangat menentukan keberhasilan pelestarian ini," sambungnya.

Lebih jauh ia menambahkan, potensi arkeologi di Kota Sawahlunto sangat besar, sehingga jangan sampai dibiarkan menjadi tak terurus, karena temuan-temuan arkeologi sangat berharga untuk dipelajari dan menjadi pedoman di masa sekarang.

"Kami dari Arkeologi UI sudah 2 tahun lakukan penelitian. Bisa kami lihat, disini sangat kaya dengan arkeologi kolonial dan arkeologi tambang batubara. Ini temuan yang sangat berharga sebenarnya. Bisa dipelajari, ada yang bisa diperoleh dari sana dan ada kekayaan sejarah," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Permeseuman dan Peninggalan Bersejarah (DKP2B) Kota Sawahlunto mengatakan, pihaknya sangat terbantu berkat kerjasama dengan UI khususnya Fakultas Budaya Jurusan Arkeologi.

Ia mengatakan, ... Baca halaman selanjutnya