Penyelerasan Pembangunan dan Pelestarian Cagar Budaya Jadi Tantangan World Heritage Sawahlunto

Bangunan PT. Bukit Asam di Sawahlunto
Bangunan PT. Bukit Asam di Sawahlunto (Muhammad Haikal/Klikpositif)

SAWAHLUNTO, KLIKPOSITIF -- Pakar Arkeologi Universitas Indonesia (UI) Cecep Eka Permana mengatakan, tantangan yang dihadapi Sawahlunto dalam menjaga cagar budaya warisan dunia kedepannya, bagaimana menyelaraskan antara pembangunan dan tata kota dengan pelestarian cagar budaya tersebut.

Pembangunan dan tata kota, lanjutnya, harus berjalan karena menyangkut perkembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Sementara, situs di kawasan Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto (OCMHS) harus dilestarikan dan dijaga keasliannya.

baca juga: HUT ke-131, Pemko Sawahlunto Gandeng Agen Perjalanan Wisata untuk Promosi World Heritage

Menurutnya, bisa jadi untuk pembangunan fisik di kawasan OCMHS harus dengan penyesuaian yang melewati banyak pertimbangan atau diperbolehkan sama sekali.

"Hal semacam inilah yang nantinya rentan terjadi kesalahpahaman, jika tidak sedari awal semuanya satu pandangan, satu visi, satu pengertian tentang pelestarian world heritage ini. Maka itu, saya sarankan Pemko dapat memperbanyak inventarisir kawasan bangunan dan benda cagar budaya itu," katanya di Balaikota Sawahlunto, Senin 15 Juli 2019.

"Serta meningkatkan sosialisasi pada masyarakat, sebab partisipasi masyarakat sangat menentukan keberhasilan pelestarian ini," sambungnya.

baca juga: Bunga Bangkai Berukuran Raksasa Ditemukan di Sawahlunto

Lebih jauh ia menambahkan, potensi arkeologi di Kota Sawahlunto sangat besar, sehingga jangan sampai dibiarkan menjadi tak terurus, karena temuan-temuan arkeologi sangat berharga untuk dipelajari dan menjadi pedoman di masa sekarang.

"Kami dari Arkeologi UI sudah 2 tahun lakukan penelitian. Bisa kami lihat, disini sangat kaya dengan arkeologi kolonial dan arkeologi tambang batubara. Ini temuan yang sangat berharga sebenarnya. Bisa dipelajari, ada yang bisa diperoleh dari sana dan ada kekayaan sejarah," tuturnya.

baca juga: "Rangkayo Mudo Dirajo" Gelar Adat Untuk Walikota Deri Asta

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Permeseuman dan Peninggalan Bersejarah (DKP2B) Kota Sawahlunto mengatakan, pihaknya sangat terbantu berkat kerjasama dengan UI khususnya Fakultas Budaya Jurusan Arkeologi.

Ia mengatakan, kerjasama tersebut memberikan edukasi dan informasi yang lebih mendalam dan detail, karena mereka lebih kompeten dalam hal ini. Sedangkan di Dinas mungkin personel terbatas dan kualitas sumberdaya manusia yang belum merata. "Sehingga dengan adanya konsultasi dari UI ini kita merasa semakin terbuka wawasan dan bertambah lagi ilmu," katanya.

baca juga: Diintai Sebulan, RS Akhirnya Dibekuk Petugas BNN Sawahlunto

Diketahui, kerjasama Pemko Sawahlunto dengan UI dalam bentuk penelitian. Dimana untuk kedua kalinya mahasiswa Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya meneliti di area Bengkel Utama PT. Bukit Asam Unit Pertambangan Ombilin. Disana mereka melakukan penggalian dan menemukan benda-benda arkeologi.(*)

Penulis: Muhammad Haikal