Penyelerasan Pembangunan dan Pelestarian Cagar Budaya Jadi Tantangan World Heritage Sawahlunto

"Hal semacam inilah yang nantinya rentan terjadi kesalahpahaman, jika tidak sedari awal semuanya satu pandangan, satu visi, satu pengertian tentang pelestarian world heritage ini. Maka itu, saya sarankan Pemko dapat memperbanyak inventarisir kawasan bangunan dan benda cagar budaya itu"
Bangunan PT. Bukit Asam di Sawahlunto (Muhammad Haikal/Klikpositif)
kerjasama tersebut memberikan edukasi dan informasi yang lebih mendalam dan detail, karena mereka lebih kompeten dalam hal ini. Sedangkan di Dinas mungkin personel terbatas dan kualitas sumberdaya manusia yang belum merata. "Sehingga dengan adanya konsultasi dari UI ini kita merasa semakin terbuka wawasan dan bertambah lagi ilmu," katanya.

Diketahui, kerjasama Pemko Sawahlunto dengan UI dalam bentuk penelitian. Dimana untuk kedua kalinya mahasiswa Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya meneliti di area Bengkel Utama PT. Bukit Asam Unit Pertambangan Ombilin. Disana mereka melakukan penggalian dan menemukan benda-benda arkeologi.(*)