Kasus Miras Oplosan di Padang, Polisi Telah Panggil Dua Saksi Ahli

"Ada total 6 saksi yang diperiksa polisi"
Ilustrasi (Net)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Terkait kasus dugaan minuman keras (miras) oplosan yang melibatkan seorang pemilik toko di Kota Padang, saat ini pihak kepolisian telah memeriksa dua sakasi ahli.

Dua saksi ahli tersebut dari Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumbar.

"Dari BBPOM soal kandungan minuman, dampak kesehatan minuman yang dicampur. Malah saksi BBPOM menyebutkan jika sudah dicampur sudah menjadi minuman jenis baru, bukan minuman yang sebelumnya," ujar Direktur Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Sumbar, Kombes Pol Juda Nusa Putra.

Saksi ahli dari Disperindag diketahui diperiksa sebagai saksi ahli untuk memastikan pelanggaran menyangkut soal perlindungan konsumen, tidak adanyan label. Karena minuman sudah dicampur, konsumen tidak mengetahui jenis minuman yang diminumnya.

"Jadi, saksi-saksi yang sudah diperiksa sekitar 6 orang. Termasuk juga karyawan toko tersebut. Sementara, tersangka baru satu orang," lanjutnya.

Juda Nusa Putra mengatakan, jika terbukti bersalah, pelaku terancam Undang-undang tentang Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999, dan Undang-undang Pangan 18 tahun 2012.

"Ancaman hukumannya maksimal 5 tahun penjara. Saat ini pemeriksaan masih berjalan, jika berkasnya sudah lengkap akan diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU)," tutupnya.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar menggerebek toko di jalan Niaga Padang pada Selasa 21 Mei 2019 lalu. Toko itu digerebek karena diduga menjual minuman beralkohol oplosan tanpa izin edar.

Saat penggerebekan, polisi menyita 130 botol minuman beralkohol berbagai merek tanpa izin, 70 botol kosong, satu bungkus minuman oplosan beralkohol, empat pak plastik bening cap singa lait, empat pak plastik hitam dan lima pak sedotan merek plastisindo.

[Halbert Caniago]