Pasca Kebakaran di Pasar Lubuak Aluang, Pedagang Berebut Tempat Jualan

"Terpaksa seperti ini, kalau tidak mana bisa berjualan. Kami terpaksa berebut tempat. Kata orang pengelola pasar ini, cari aja tempat"
Para pedagang terpaksa berebut tempat setelah kios mereka terbakar. (KLIKPOSITIF/ Rahesa)

PADANGPARIAMAN, KLIKPOSITIF -- Pasca kebakaran pasar lubuak aluang, puluhan pedagang berebut tempat untuk berdagang. Lapak kaki lima menjadi alternatif sementara bagi mereka.

Sementara itu, perihal kebijakan dari pihak pengelola pasar terkait solusi penempatan tempat berjualan belum ada titik terang atau sama sekali belum diterima pedagang.

Pantauan KLIKPOSITIF, di Pasar Lubuak Aluang, tampak ramai oleh pembeli dan pedagang. Sedangkan di bagian kios-kios pasar masih tampak garis polisi.

Salah satu pedagang keripik yang kiosnya terbakar, bernama Erni (50) mengatakan, dia terpaksa mendirikan lapak kaki lima untuk berdagang.

"Terpaksa seperti ini, kalau tidak mana bisa berjualan. Kami terpaksa berebut tempat. Kata orang pengelola pasar ini, cari aja tempat," kata Erni.

Dikatakannya juga, dia mengetahui pihak pemerintah sudah menyalurkan dana untuk pasar yang terbakar. Namun dia tidak mengerti terkait penyaluran dana tersebut. "Tidak tahu juga, apakah untuk kami atau tidak," jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, tidak semua pedagang yang kios terbakar mendapatkan tempat untuk membuka lapak kaki lima.

Roni (36) salah satu pedagang yang tidak berdagang karena tidak mendapatkan tempat untuk berdagang menuturkan. Dia kepasar untuk mencari tempat berdagang, namun tidak mendapat bagian posisi lapak.

"Saya berdagang kain, ya ginilah tidak mendapat tempat, terpaksa tidak jualan, " kata Roni.

Dikatakannya juga, hingga saat ini belum ada kepastian nasib dagangan mereka.

"Hingga saat ini belum ada kebijakan dari pihak terkait. Material pasar masih bertumpukan. Kami disilahkan pandai-pandai saja mencari tempat, " jelas Roni.

Sembari itu, Roni dan para pedagang lain berharap pihak terkait secepatnya memberi solusi.

"Kami tau pasar ini bukan tanggung jawab pemerintah. Kendatipun demikian, pihak swasta terkait pengelola pasar juga tidak berikan kejelasan," ... Baca halaman selanjutnya