Penertiban Bagan Danau Singkarak, Kadis DKP Sumbar Mengaku Mendapat Perlawanan

"Namun penertiban urung, karena tidak ingin terjadi bentrok pihak pemerintah melepaskan beberapa bagan yang telah ditarik kepinggir danau dan melakukan dialog bersama pemilik bagan tersebut"
Dermaga Danau Singkarak (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar, Yosmeri mengaku mendapatkan perlawanan dari pemilik bagan Danau Singkarak saat melakukan penertiban bersama stakeholder terkait di sepanjang danau singkarak, Senin (15/7) lalu.

Namun penertiban urung, karena tidak ingin terjadi bentrok pihak pemerintah melepaskan beberapa bagan yang telah ditarik kepinggir danau dan melakukan dialog bersama pemilik bagan tersebut.

"Macam-macamlah yang disebutkan mereka dalam protes itu, intinya mereka menolak penertiban bagan ini. Tapi kita tetap dengan pendirian memberikan mereka edukasi bahwa penggunaan bagan ini berdampak kepunahan ikan bilih di danau singkarak," kata Yosmeri, Selasa, 16 Juli 2019.

Dalam dialog di dermaga danau, pemilk yang tidak terima mereka diterbitkan juga berkeinginan karamba untuk dilakukan penindakan seperti halnya bagan.

"Mereka protes karamba juga mesti ditindak. Tidak hanya bagan saja. Kita pastinya akan lakukan penindakan juga terhadap karamba, apalagi saat ini kita tengah membahas peraturan daerah dengan DPRD tentang tata ruang danau singkarak," katanya.

Namun lanjutnya, saat ini terlebih dahulu melakukan penertiban bagan, karena sebelumnya telah ada peraturan gubernur no 81 tahun 2017. Itupun sudah disosialisasikan terlebih dahulu kepada masyarakat pemilik bagan sebelum dilakukan penertiban.

"Untuk karamba kita akan panggil nanti pemiliknya sekitaran awal bulan, sebab karamba ini tidak begitu banyak di danau singkarak. Kita beri mereka pemahaman sama seperti bagan, bahwa penggunaan alat ini tidak ramah lingkungan dan membawa kepunahan pada ikan bilih di danau singkarak," katanya.

Yosmeri mengatakan, penertiban bagan dan karamba memang betul-betul membutuhkan proses, sebab memberikan pemahaman kepada masyarakat dan tentunya pihaknya memikirkan kehidupan masyarakat yang bergantung kepada danau ini.

"Banyak aspek yang kita pikirkan, ... Baca halaman selanjutnya