Untuk Pengawasan Pilkada Pasbar, Bawaslu Ajukan Anggaran Rp9,8 Miliar

"Dari anggaran yang diajukan, Bawaslu mengacu kepada anggaran pilpres 2019 kemarin"
Kantor Bawaslu Pasbar (KLIKPOSITIF/Irfan Pasaribu)

PASAMAN BARAT, KLIKPOSITIF -- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Pasaman Barat telah mengajukan anggaran ke Pemkab Pasaman Barat (Pasbar), senilai Rp9,8 miliar untuk seluruh tahapan pengawasan di Pilkada 2020.

"Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk seluruh tahapan pengawasan Bawaslu Pasbar sudah diajukan," ujar Ketua Bawaslu Pasbar Emra Patria kepada KLIKPOSITIF, Selasa 16 Juli 2019. 

Untuk tindak lanjut dari pengajuan RAB tersebut, pihaknya telah mendiskuskan dan telah memaparkan kepada pihak Pemkab setempat dalam hal ini Kesbangpol Pasbar. "Pembahasan-pembahasan berikutnya kita masih menunggu," ucapnya.

Dari anggaran yang diajukan, Bawaslu mengacu kepada anggaran pilpres 2019 kemarin. Sebab bentuk-bentuk kegiatan yang dilakukan tidak jauh beda dengan proses di pilpres atau pileg 2019 yang telah berlalu. Cuma yang jadi permasalahan adalah jumlah kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan nantinya.

Dijelaskan, untuk tingkat pengawasan hingga hari ini tetap berjumlah 11 pengawasan. Namun untuk tingkat pengawasan di Nagari Bawaslu Pasbar telah mengajukan di 92 Nagari dalam artian Nagari induk dan Nagari persiapan.

Namun jika secara administrasi Nagari Persiapan sebanyak 73 telah disahkan. Dalam artian Nagari Persiapan telah menjadi Nagari defenitif, maka sebanyak 73 pengawas nagari secara otomatis harus ditambah dan tentu Bawaslu tetap mengikuti acuan dari KPU. Untuk KPU sendiri yang berkaitan dengan pilkada di 2020 telah membahas dengan pihaknya terkait berbagai regulasi untuk tahapan di pilkada 2020.

 

[Irfan Pasaribu]